Luhut: Jangan ada provokator
Luhut meminta semua pihak menahan diri.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, akan menindak para pendemo yang bertindak anarkis. Sejauh ini, polisi sudah menangkap dan memeriksa 83 orang yang dianggap melakukan perusakan dan sweeping.
"Kita semua sampaikan pada taksi, Blue Bird, GO-JEK, maupun Grab, menenangkan diri tidak lakukan tindakan tadi, sampai sweeping, karena kami akan lakukan tindakan tegas," tegas Luhut dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (22/3).
Luhut mengungkapkan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kementerian terkait untuk meninjau ulang keberadaan moda transportasi online. Selama proses tersebut masih berlangsung, lelaki yang menghabiskan karir sebagai prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini meminta tak ada yang memperkeruh situasi.
"Jangan ada provokator, macam-macam soal ini," tutupnya.
Sebelumnya, ribuan sopir taksi dan bajaj menggelar aksi demonstrasi di tiga titik, yakni Gedung DPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Istana Negara. Kerumunan massa sempat membuat kemacetan di sejumlah titik.
Tak hanya berdemo, mereka juga menggelar sweeping terhadap rekan-rekannya yang dipergoki masih beroperasi. Para pendemo menurunkan paksa penumpangnya dan merusak armada taksi dengan lemparan batu.
Baca juga:
Menko Luhut soal angkutan aplikasi: Presiden minta evaluasi
JTW: Angkutan berbasis online sudah jadi kebutuhan masyarakat
Menkominfo masih dilema putuskan blokir Uber dan GrabCar
Luapan marah sopir taksi: Jokowi tak gubris nasib kita
Hujan deras, ribuan sopir taksi di depan Istana bubarkan diri