LRT Palembang bakal diintegrasikan dengan transportasi pendukung
Setelah seluruh Stasiun Light Rail Transit (LRT) yang berjumlah 13 titik beroperasi, Pemerintah Kota Palembang bakal menyediakan transportasi massal pendukung. Nantinya LRT akan dihubungkan dengan angkutan dari beberapa kawasan di kota itu.
Setelah seluruh Stasiun Light Rail Transit (LRT) yang berjumlah 13 titik beroperasi, Pemerintah Kota Palembang bakal menyediakan transportasi massal pendukung. Nantinya LRT akan dihubungkan dengan angkutan dari beberapa kawasan di kota itu.
Kepala Dinas Perhubungan Palembang, Kurniawan mengungkapkan, transportasi penunjang (feeder) itu masih dirancang agar dalam pelaksanaannya dapat memudahkan masyarakat mengakses stasiun LRT. Dengan demikian, jumlah kendaraan bermotor pribadi bisa berkurang melintas di jalan raya.
"Kita targetkan akhir tahun ini sudah mulai jalan. Untuk sementara ada enam unit feeder yang beroperasi," ungkap Kurniawan, Selasa (23/10).
Selain itu, pihaknya juga tengah menggodok rute baru angkutan umum, termasuk feeder. Rute yang diprioritaskan adalah kawasan yang belum dilewati angkutan massa.
"Misalnya di Perumnas, Talang Kelapa, Talang Jambe, atau juga daerah perbatasan," ujarnya.
Menurut dia, keberadaan LRT akan dimaksimalkan lagi dengan tambahan rute bus rapit transit Trans Musi di setiap stasiun LRT. Penumpang LRT bisa langsung naik turun ke bus Trans Musi untuk melanjutkan perjalanannya.
"LRT bakal kita jadikan angkutan poros atau angkutan utama masyarakat Palembang, kemacetan bisa berkurang," lanjutnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Palembang, Sunir Hadi mengatakan, pengusaha angkutan umum memerlukan subsidi dari pemerintah untuk memaksimalkan operasional trayek baru. Subsidi ini bisa bermacam cara, salah satunya subsidi bahan bakar minyak (BBM).
"Harus menguntungkan semua pihak, masyarakat mudah, penumpang LRT banyak, dan menambah penghasilan pengusaha angkutan umum," terangnya.
Dia menambahkan, jumlah angkutan umum di kota itu semakin tahun semakin berkurang. Hal ini seiring menjamurnya angkutan online baik roda dua maupun empat.
"Yang ada sekarang ada 2 ribu unit lagi, tapi setiap tahun berkurang 15 persen, pengusaha merugi," pungkasnya.
Baca juga:
Waskita Karya sebut penyebab banjir di Palembang akibat sampah proyek LRT
Terimbas proyek LRT, Halte Setia Budi Utara dibongkar
PT KAI klaim LRT di Palembang mulai diminati, sejak beroperasi angkut 470 ribu warga
Melihat jalur LRT Cawang-Cibubur yang telah dipasangi rel
Kemenhub berencana integrasikan bus dan LRT di stasiun MRT
Anies harap pembangunan LRT tahap pertama selesai tepat waktu