LPSK sambut baik penetapan tersangka Kepala Desa Selok Awar Awar
Tim Investigasi LPSK datang ke Malang dan Lumajang untuk mendalami kondisi korban sekaligus tindakan yang perlu diambil.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyambut baik penetapan tersangka, Hariyono, Kepala Desa Selok Awar Awar dalam kasus pembunuhan Salim Kancil, dan penganiayaan Tosan. Pihaknya saat ini sedang mengirimkan Tim untuk melakukan investigasi ke Malang dan Lumajang.
"LPSK menyambut baik kerja cepat kepolisian, tapi proses ini masih panjang. Perhatian terhadap kasus ini harus terus dilakukan agar permasalahan yang sesungguhnya diharapkan dapat terungkap sampai ke akar-akarnya," kata Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai melalui rilis, Kamis (1/10).
Tim Investigasi LPSK datang ke Malang dan Lumajang. Mereka bertugas mendalami kondisi korban sekaligus tindakan yang perlu diambil untuk memberikan perlindungan kepada saksi korban.⬠Tim telah menemui istri dan kerabat Tosan di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur.
Selain itu, Tim juga menemui Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar, Budi Rahayu untuk membahas tindakan medis sekaligus administrasi terkait pembiayaan pengobatan Tosan.â¬
âªSaat yang bersamaan Tim yang lain juga bergerak ke Lumajang untuk pendalaman ke TKP pembunuhan dan penganiayaan.
Selain itu juga berkoordinasi dengan kepolisian setempat terkait tindakan yang perlu diambil untuk menjamin keamanan Tosan dan keluarganya. Termasuk berkoordinasi terkait pengawalan dari kepolisian untuk keluarga korban.
Sementara itu sekitar pukul 16.30 WIB, Tim LPSK yang dipimpin Wakil Ketua LPSK Lili Pantauli mengunjungi Tosan di RSSA Malang. Lili langsung memasuki ruangan tempat Tosan menjalani perawatan, setelah sebelumnya bertemu dengan Direktur Rumah Sakit.
Bersamaan kunjungan LPSK, Tosan yang sebelumnya berada di ruangan isolasi Kamar 13 dipindahkan ke Kamar 12. Antara kamar 12 dan 13 memang saling berhadapan namun lebih memiliki akses khusus.
Tidak ada keterangan apapun pasca pemindahan Tosan, karena Lili yang hanya 30 menit langsung meninggalkan lokasi. Tim juga menolak diambil gambarnya, dengan cara menutupi wajah dengan tangan.
Istri Tosan saat ditemui usai mendapat kunjungan mengungkapkan kalau suaminya dipindahkan karena sesak napas. Suaminya semalam mengalami sesak dan pagi tadi sudah dilakukan rontgen.
"Bapak dipindahkan karena sesak, semalam sesak-sesak dan tadi sudah dirontgen," katanya.
Soal kedatangan LPSK, Aty dengan lugu mengaku tidak mengenal tamu yang datang. Dia sempat diajak berbicara basa-basi, dan diperkenalkan.
"Tadi diperkenalkan tapi saya lupa namanya, katanya datang dari Jakarta," katanya.
Baca juga:
Buntut kematian Salim Kancil, penambangan pasir di Lumajang ditutup
Istri Tosan bersyukur kepala desa jadi tersangka pembunuhan
Geledah rumah Kades pembunuh Salim Kancil, polisi dapat airsoft gun
Niat suap polisi, istri tersangka pembunuh Salim Kancil kena tipu
Kompolnas selidiki dugaan oknum polisi terlibat kasus Salim Kancil