LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

LPSK kesulitan telusuri keberadaan keluarga Johannes Marliem

LPSK tawarkan perlindungan ke Miryam dan Johannes Marliem. Namun keduanya menolak. Johannes merasa nyawanya tidak terancam. LPSK juga kesulitan menelusuri keberadaan keluarga Johannes.

2017-08-28 21:15:40
Johannes Marliem tewas
Advertisement

Kepala Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai mengaku telah menawarkan perlindungan ke saksi-saksi kasus KTP elektronik (e-KTP). Salah satunya Miryam S Haryani. Namun, Miryam menolak tawaran LPSK.

"Kami yang menawarkan ke saksi yang sempat terekspose bahwa dia sempat terintimidasi. Seperti Miryam, tapi dia belum mau," kata Haris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/8).

Tak hanya Miryam, LPSK juga berkomunikasi dan menawarkan perlindungan ke saksi korupsi e-KTP lain Johannes Marliem. LPSK menawarkan perlindungan karena Johannes disebut-sebut memiliki bukti rekaman. Hanya saja Johannes menolak.

Advertisement

"Dia tidak merasa terancam. Ada keinginan dari kami berkomunikasi. Sudah sempat kami komunikasi, tawarkan perlindungan," jelasnya.

LPSK mengalami kesulitan berkomunikasi dengan Johannes karena terhalang aturan di Amerika Serikat. Formulir perlindungan dari LPSK untuk Johannes telah dikirimkan seminggu sebelum Johannes tewas.

"Kami sudah sampaikan mau berikan perlindungan, sampaikan perlindungan bahkan kirim formulir. Ketika kami sudah tawarkan, dia bilang akan mempelajari dulu," ujar Haris.

Advertisement

Tidak hanya itu, LPSK juga mencoba menghubungi keluarga penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 itu. Kendalanya, pihak LPSK tidak mendapat kontak keluarga Johannes.

"Ini yang kami belum tahu siapa saja keluarganya karena komunikasi terputus. Kami belum dapat kontak keluarganya, karena kemarin cuma dapat kontak yang bersangkutan," ucapnya.

Baca juga:
Soal kematiam Marliem, DPR diminta panggil penyidik KPK
Kematian Johannes Marliem & misteri komplotan perampok duit negara
Wapres JK: Johannes Marliem ternyata mempunyai kelompok merampok bangsa ini
Novel sebut kematian Johannes Marliem tak pengaruhi pengusutan e-KTP
Serangan anyar Fahri ke KPK, dari soal Novel sampai Johannes
Cari data Johannes Marliem, Menlu telepon dubes tiga kali sehari
Alasan KPK tak ajukan perlindungan terhadap Johannes Marliem

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.