LPG 3 kg langka dan mahal, pedangan asongan menjerit
Kelangkaan menyebabkan harga gas bersubsidi tersebut melonjak meski Pertamina tidak memberlakukan kenaikan harga.
Masyarakat kembali dibebani persoalan kelangkaan gas LPG 3 kg di sejumlah daerah. Tidak hanya itu, masyarakat juga harus menanggung beban kenaikan harga beras.
Salah seorang warga Karet, Jakarta Selatan, Yani (40) mengatakan, dirinya sangat kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. Kelangkaan menyebabkan harga gas bersubsidi tersebut melonjak meski Pertamina tidak memberlakukan kenaikan harga.
"Gas elpiji itu naik harganya dari Rp 18.000 menjadi Rp 22.000 dengan alasan agennya susah dapatin barangnya," keluh Yani saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (26/2).
Sebagai pedagang asongan, beban hidup Yani bertambah dengan kenaikan harga beras antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilogram.
"Saya biasa beli beras Bandung Ramos Rp 9.000 eh sekarang harganya naik Rp 2.000 naik menjadi Rp 11.000 susah kalau gini jadinya," ucap Yani.
Sebelumnya, Direktur Utaman PT Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, Pertamina akan terus berupaya mengendalikan pasokan gas LPG 3 kg. Dwi menegaskan, Pertamina menjual gas LPG 3 kg sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah.
"Mestinya untuk pasokan, apalagi di kota-kota besar, mustinya tidak boleh terjadi," tegas Dwi.
Baca juga:
Harga gas & beras melejit, warga minta Jokowi perhatikan rakyat
Ibu-ibu menjerit harga beras paling murah Rp 9.500 per liter
Sejak tahun lalu Ahok sudah tahu harga beras bakal melambung
Harga beras naik terus, Bulog Malang siap gelar operasi pasar
Presiden Jokowi: Kenaikan harga beras Februari ini tidak wajar
Jaga stabilitas harga beras, Jokowi salurkan 300 ribu ton raskin