LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Longsor tutup aliran sungai, petani di Malang tak bisa bertani

Longsoran setinggi 7 meter dan lebar 70 meter itu menyumbat aliran anak sungai Kalimatro.

2016-03-10 15:49:20
Tanah Longsor
Advertisement

Sebuah longsoran tebing di Kota Malang menutup aliran sungai yang mengairi area persawahan di Kabupaten Malang. Akibatnya, puluhan hektar persawahan milik petani di Kabupaten Malang terdampak, hingga tidak dapat melanjutkan musim tanam.

Puluhan petani yang tergabung dalam beberapa Kelompok Tani di Kabupaten Malang melakukan kerja bakti agar dapat membuka jalur air. Warga yang terdampak berharap air bisa mengaliri sawah mereka segera.

"Sudah dua minggu sawahnya tidak teraliri air. Sehingga tidak bisa menjalani musim tanam. Benih padi yang berusia 15 hari seharusnya sudah ditanam, sekarang berusia sebulan lebih," kata Rofii, warga Pakisaji, Kabupaten Malang yang kerja bakti di lokasi, Kamis (10/3).

Longsor terjadi di badan sungai di sebuah pemukiman penduduk di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kabupaten Malang. Longsoran setinggi 7 meter dan lebar 70 meter itu menyumbat aliran anak sungai Kalimatro.

Wilayah persawahan yang terganggu sekitar 65 Ha, meliputi wilayah Desa Genengan, Pakisaji, Kebonsari, Kebongagung, Karangduren, Karangpandang, Nglanggang, Kepanjen dan lain-lain.

"Saya punya satu hektar. Rencana tanam minggu kemarin, tetapi sampai sekarang belum bisa tanam," katanya.

Ngateno, warga Pakisaji mengaku dua hari setelah longsor pertama Sabtu (27/2), diberi tahu oleh kelurahan kalau aliran sungai ditutup. Pintu air sengaja tidak dibuka karena dikawatirkan longsor akan semakin besar.

"Dua minggu lalu aliran sungainya sudah ditutup, karena dikhawatirkan longsornya semakin parah. Tetapi malam tadi ternyata longsornya terjadi lagi," katanya.

Akibat longsoran tersebut sebanyak 6 rumah terancam ikut terbawa longsor. Tiga rumah yang paling rawan, karena lokasi longsor tepat berada di bawah pondasi. Ketiga rumah itu milik Joko Sarno (35), Sunari (55) dan Sapuan (65). Sedangkan tiga rumah lain yang terancam yakni rumah Sugeng Aminto (50), Subagiyo (60) dan Ny Wini (55).

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Sugeng Hariyono mengungkapkan, akibat tertutupnya aliran sungai juga mengakibatkan luapan air menggenangi 6 rumah di sekitar lokasi. Saat hujan datang rumah-rumah tersebut akan tergenang.

"Kita sudah dirikan tenda di sekitar lokasi, ada 6 rumah terendam saat hujan datang," kata Sugeng.

Sebelumnya BPBD Kota Malang mencatat, sudah tujuh plengsengan atau jamban di Kota Malang ambrol dalam kurun dua bulan terakhir. Sebagian besar akibat luapan air sungai dan gerusan tanah di sekitar plengsengan.

Kepala BPBD Kota Malang, J Hartono mengimbau agar warga yang tinggal di sekitar plengsengan waspada. Kota Malang memiliki empat sungai yakni Sungai Amprong, Sungai Bango, Sungai Brantas dan Sungai Kalimetro.

"Mereka yang tinggal dekat plengsengan yang kondisinya sudah mengkhawatirkan lebih baik mengungsi untuk sementara waktu sampai curah hujan kembali normal," ujarnya.

Selain Kelurahan Tanjungrejo, longsor juga terjadi di Bakalan Krajan, Kemulan dan Karang Besuki.

Baca juga:
3 Jasad korban longsor Hotel Club Bali berhasil diangkat
Satu korban longsor di Hotel Club Bali ditemukan tewas
2 Alat berat dikerahkan, evakuasi 3 korban longsor Hotel Club Bali
Tim gabungan lanjutkan pencarian 5 korban longsor Hotel Club Bali
Hujan deras, evakuasi korban hotel roboh di Cianjur disetop
Longsor beruntun terjadi di Cianjur, 2 tewas, 1 hilang, 7 luka
Jalan Wonosobo-Dieng ambles, petugas melakukan buka tutup arus

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.