LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Longsor di Banyumas, lima rumah warga mengalami kerusakan

Longsor di Banyumas, lima rumah warga mengalami kerusakan. Longsoran diduga terjadi karena tanah tebing yang berada di belakang rumah warga tak kuat menahan debit air. Diperkirakan kerugian akibat bencana longsor mencapai Rp 60 juta.

2016-12-09 12:11:18
Tanah Longsor
Advertisement

Sebanyak lima rumah di Desa Karangendep, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah rusak, akibat bencana longsor yang terjadi di wilayah tersebut pada Kamis (8/12) sore. Bencana longsor tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas pada sore hari.

Kepala Desa Karangendep, Karsinah, mengemukakan lima rumah yang terkena longsor tersebut berada di lingkungan RT 06/RW 02. Dikatakan Karsinah, saat kejadian wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak siang.

"Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB, saat itu masih hujan deras. Mendengar laporan itu, saya kemudian ke lokasi dan melaporkannya kepada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Banyumas," katanya saat dihubungi, Jumat (9/12).

Selain itu, dia juga langsung menginstruksikan kepada warganya untuk mengungsi ke tempat yang aman dari jangkauan longsor. "Saya langsung minta kepada keluarga yang terdampak untuk segera mengungsi ke tempat lebih aman. Saya takut kalau ada kejadian longsor di tempat yang sama," ujarnya.

Ditambahkannya, rata-rata kerusakan terjadi di bagian belakang rumah karena kebanyakan rumah membelakangi area tebing. Selama ini, diakuinya, wilayah desanya termasuk kawasan rawan bencana longsor.

"Kami selalu mengimbau kepada warga untuk selalu waspada dan menjaga saluran air agar selalu jalan. Karena kalau mampet bisa menyebabkan rawan longsor juga," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Banyumas, Prasetyo Budi Widodo, mengemukakan saat ini sudah dilakukan kerja bakti membersihkan rumah yang rusak dari longsoran. Ia mengemukakan, longsoran diduga terjadi karena tanah tebing yang berada di belakang rumah warga tak kuat menahan debit air.

"Sehingga terjadi longsor dan juga kondisi tanahnya juga labil. Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut rawan longsor," ujarnya.

Dari pendataan terakhir, diperkirakan kerugian akibat bencana longsor mencapai Rp 60 juta. Sementara itu, pihaknya sudah mengimbau kepada warga untuk selalu waspada saat hujan turun di wilayah tersebut.

Baca juga:
Jasad Daliyem, korban terakhir longsor Karanganyar ditemukan
Hari kelima, satu korban longsor Karanganyar ditemukan
Satu warga tewas tertimbun longsor di Lereng Laru Karanganyar
Diguyur hujan, ruas jalan di Desa Petang, Kabupaten Badung amblas
13 Kabupaten di Sumsel diterjang banjir, longsor & jembatan ambruk
Penambang batu kapur tradisional di Malang tewas tertimbun longsor
2 Korban longsor Karanganyar belum ditemukan, alat berat didatangkan

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.