Lompat Tembok Rutan Siak, Tahanan Gagal Kabur Karena Kaki Patah
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dr Raja Toni Candra, tahanan itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Alfian. Mulyadi pun dirawat inap.
Ratusan tahanan dan narapidana memanfaatkan kerusuhan dan pembakaran Rutan Siak, Riau, untuk kabur. Sebagian berhasil kabur, saat ini ada 31 tahanan masih dicari.
Tapi ada juga tahanan yang gagal kabur meski sudah melewati tembok. Adalah Mulyadi, tahanan kasus narkoba yang berhasil memanjat tembok saat kerusuhan di Rutan Siak terjadi.
Namun dirinya tidak bisa bergerak lagi karena kakinya patah begitu menginjak tanah sisi luar tembok Rutan Siak.
Kaki Mulyadi patah karena terbentur keras akibat jatuh ketika menuruni tembok. Dia hanya bisa melihat puluhan tahanan lainnya berlarian ke arah hutan untuk menghindari kejaran petugas.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dr Raja Toni Candra, tahanan itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Alfian. Mulyadi pun dirawat inap.
"Pengakuannya untuk menyelamatkan diri dari kobaran api, jadi jatuh ketika memanjat tembok," ucap Toni, Sabtu (11/5).
Toni menduga tahanan yang berhasil kabur juga mengalami luka ketika memanjat tembok. Hanya saja kemungkinan tahanan lain mengalami patah kaki seperti Mulyadi, sangat kecil.
"Kalau luka-luka mungkin ada karena tidak bisa lari kalau kakinya patah," terang Toni.
Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Siak masih menyediakan ambulance di Rutan Siak. Hal ini sebagai antisipasi jika ada tahanan kabur tertangkap dan perlu perawatan medis.
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Usai Kerusuhan dan Kebakaran Rutan Siak, 15 Tahanan Masih Berkeliaran
Terima Kiriman Narapidana Siak, Rutan Sialang Bungkuk Semakin Over Kapasitas
Polisi Selidiki Penyebab Kerusuhan Rutan Siak
Usai Kerusuhan, Ratusan Penghuni Rutan Siak Akan Dipindah
153 Napi Rutan Siak Kabur Pasca Kerusuhan, 119 Berhasil Ditangkap Kembali
Kerusuhan dan Pembakaran Rutan Siak Dipicu Tindakan Sipir Pukul Napi Tepergok Narkoba
Napi Bakar Rutan Siak, Kasat Narkoba Tertembak Peluru Karet