Lomba Ayam Sap-Sap Situbondo: Tradisi Unik Ayam Terbang dari Tengah Laut yang Dilestarikan Pemkab
Pemerintah Kabupaten Situbondo melestarikan tradisi unik masyarakat pesisir melalui Lomba Ayam Sap-Sap. Aksi ayam terbang dari tengah laut ini akan jadi daya tarik wisata baru!
Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, baru-baru ini menggelar Lomba Ayam Sap-Sap atau yang dikenal sebagai ayam terbang. Acara unik ini merupakan kolaborasi dengan Ikatan Perahu Pasir Putih (Ikaperti) dalam rangka melestarikan tradisi masyarakat pesisir setempat. Lomba ini berlangsung di kawasan ikonik Wisata Bahari Pasir Putih, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo.
Tradisi Lomba Ayam Sap-Sap memiliki akar sejarah yang kuat di kalangan masyarakat pesisir. Konon, kegiatan ini berawal dari kisah ayam dalam sesaji larung petik laut yang secara ajaib terbang dari tengah laut menuju daratan. Kini, tradisi menerbangkan ayam betina sejauh 150 meter dari bibir pantai ini rutin diadakan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya lokal.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau akrab disapa Mas Rio, menyatakan komitmennya untuk menjadikan Lomba Ayam Sap-Sap sebagai agenda tahunan. Harapannya, tradisi ini tidak hanya terus lestari, tetapi juga mampu menjadi daya tarik utama bagi sektor pariwisata Situbondo. Kegiatan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung ke Wisata Bahari Pasir Putih.
Melestarikan Warisan Budaya Pesisir
Lomba Ayam Sap-Sap bukanlah sekadar ajang perlombaan biasa, melainkan sebuah manifestasi dari upaya pelestarian budaya. Tradisi masyarakat pesisir ini telah diwariskan secara turun-temurun di kawasan Wisata Bahari Pasir Putih. Setiap tahun, ratusan pasang mata menanti aksi ayam-ayam betina yang dilepaskan dari tengah laut.
Menurut Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo, kegiatan ini merupakan cara efektif untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan kepercayaan lokal. Kisah ayam yang terbang dari sesaji larung menjadi fondasi spiritual dari Lomba Ayam Sap-Sap. Ini menunjukkan betapa dalamnya makna tradisi ini bagi warga Situbondo.
Muhammad Rauf, salah satu panitia lomba, menjelaskan bahwa meskipun beberapa daerah lain memiliki tradisi serupa, Lomba Ayam Sap-Sap di Pasir Putih Situbondo memiliki kekhasan tersendiri. Akar sejarah yang kuat dan keterkaitannya dengan petik laut menjadikannya unik. Hal ini membedakan Lomba Ayam Sap-Sap dari tradisi lain.
Daya Tarik Wisata dan Agenda Tahunan
Potensi Lomba Ayam Sap-Sap sebagai daya tarik wisata sangat besar, sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata. Bupati Mas Rio menegaskan bahwa Lomba Ayam Sap-Sap akan diintegrasikan sebagai agenda pariwisata utama. Ini akan melengkapi berbagai kegiatan kepariwisataan lain yang sudah ada di Situbondo.
Rencana menjadikan Lomba Ayam Sap-Sap sebagai agenda tahunan menunjukkan keseriusan Pemkab Situbondo. Mas Rio berharap, dalam jangka panjang, lomba ini dapat naik level menjadi agenda nasional. Langkah ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Situbondo.
Selain Lomba Ayam Sap-Sap, perayaan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Situbondo juga dimeriahkan dengan lomba balap perahu layar. Acara ini juga berlangsung di lokasi yang sama, Wisata Bahari Pasir Putih. Kombinasi dua lomba unik ini menciptakan suasana festival yang meriah dan menarik perhatian banyak pihak.
Antusiasme Peserta dan Pengunjung
Antusiasme terhadap Lomba Ayam Sap-Sap terlihat dari banyaknya pendaftar yang ingin berpartisipasi. Panitia terpaksa membatasi jumlah peserta hingga 80 ekor ayam saja, menunjukkan tingginya minat masyarakat. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan kelancaran jalannya perlombaan.
Tidak hanya peserta, pengunjung pun menunjukkan respons positif terhadap Lomba Ayam Sap-Sap. Yudik, seorang pengunjung dari Jember, mengaku sangat terhibur dengan rangkaian acara tersebut. Ia menyatakan bahwa pengalaman menyaksikan Lomba Ayam Sap-Sap dan balap perahu layar secara langsung sangat menarik dan berkesan baginya.
Kehadiran lomba-lomba tradisional seperti Lomba Ayam Sap-Sap ini memberikan nilai tambah bagi pengalaman berlibur. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam Wisata Bahari Pasir Putih sambil menyaksikan atraksi budaya yang otentik. Ini menjadi bukti bahwa perpaduan pariwisata dan pelestarian tradisi dapat berjalan harmonis.
Sumber: AntaraNews