Listrik Media Center Asian Games di Palembang menunggak Rp 389 juta
Kepala Bidang Statistik Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumsel, RM Fauzi mengungkapkan, tunggakan listrik gedung itu terjadi sejak digunakan sebagai kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Pariwisata Kota Palembang. Tagihan listrik tak pernah dibayar, apalagi sejak ditinggalkan.
Ribuan wartawan yang akan melakukan peliputan Asian Games Agustus 2018 mendatang terancam tak akan memiliki posko berkumpul. Pasalnya, listrik gedung Sriwijaya Promotion Center (SPC) yang bakal digunakan sebagai media center menunggak mencapai Rp 389 juta.
Kepala Bidang Statistik Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumsel, RM Fauzi mengungkapkan, tunggakan listrik gedung itu terjadi sejak digunakan sebagai kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Pariwisata Kota Palembang. Tagihan listrik tak pernah dibayar, apalagi sejak ditinggalkan.
"Dulunya dipakai dua dinas di Pemkab Palembang dan listriknya menunggak," ungkap Fauzi, Senin (26/2).
Fauzi mengaku sudah berkali-kali meminta Pemkot Palembang melunasinya. Namun, hingga kini permintaan itu tak pernah terkabul hingga akhirnya tagihan semakin membengkak.
"INASGOC juga tak mau bayar walaupun untuk keperluan Asian Games karena pelaksanaan belum dimulai. Wewenang Pemprov Sumsel juga bukan, ini murni dari Pemkot Palembang," ujarnya.
Menurut dia, jika tak juga dilunasi, gedung SPC tak bisa digunakan sebagai base camp wartawan. Padahal, ribuan 'kuli tinta' akan melakukan peliputan selama pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
"Untuk wartawan nasional saja diperkirakan lebih dari lima ratusan orang, belum lagi dari Indonesia. Makanya gedung itu sangat penting, segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Baca juga:
Jokowi sebut pembangunan Wisma Atlet Kemayoran sudah 99 persen
Menteri Basuki cek kesiapan Wisma Atlet Kemayoran
BNPB antisipasi kebakaran hutan selama pelaksanaan Asian Games 2018
Cek kesiapan tampung peserta Asian Games, Jokowi tinjau Wisma Atlet Kemayoran
Khawatir ganggu Asian Games, Sumsel tetapkan siaga kebakaran hutan