LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Lion Air dari Surabaya ke Samarinda Dialihkan ke Balikpapan Akibat Cuaca Buruk

Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi, membenarkan pengalihan pendaratan Lion Air JT314 ke Bandara SAMS Balikpapan, disebabkan cuaca buruk di bandara Samarinda. "Ini awan sangat tebal dan hujan. Jarak pandang cuma sekitar 500 meter dari minimum 5.000 meter," kata Dodi.

2020-07-08 13:05:21
Lion Air
Advertisement

Lion Air dengan nomor penerbangan JT314 dari Surabaya (SUB) tujuan Samarinda (AAP), terpaksa dialihkan ke Balikpapan (BPN). Awan mendung tebal, dan hujan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Samarinda menurunkan jarak pandang di runway Bandara APT Pranoto.

Lion Air jenis Boeing 737-800 dengan registrasi PK-LJY, terbang dari Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, sekira pukul 09.40 WIB. Dijadwalkan tiba di Samarinda pukul 12.00 WITA.

Dari pantauan merdeka.com, Lion Air sempat tiga kali berputar dengan ketinggian 3.000-6.000 kaki, di atas langit kota Samarinda dan Tenggarong di Kutai Kartanegara hingga sekitar 30 menit.

Advertisement

Namun demikian, pilot akhirnya memutuskan untuk mengalihkan pendaratan pesawat di bandara terdekat dengan Samarinda, yakin Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) di Balikpapan. Pesawat itu mendarat sekira pukul 12.42 WITA.

Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi, membenarkan pengalihan pendaratan Lion Air JT314 ke Bandara SAMS Balikpapan, disebabkan cuaca buruk di bandara Samarinda.

"Iya benar, bad weather (cuaca buruk). Ini awan sangat tebal dan hujan. Jarak pandang cuma sekitar 500 meter dari minimum 5.000 meter," kata Dodi, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (8/7).

Advertisement

Dodi menerangkan, sudah menjadi keputusan pilot untuk tidak mendarat di Bandara APT Pranoto, lantaran jarak pandang jauh di bawah minimal. Meski, runway bandara sudah dilengkapi lampu runway dan instrumen PAPI (Precision Approach Path Indicator).

"Meski ada lampu runway, ILS (Instrument Landing System) dan PAPI, belum tentu (bisa mendarat). Ini sudah pilot decission (keputusan pilot), kembali ke pilotnya," ujar Dodi.

Kendati demikian, menurut Dodi, memang saat ini runway Bandara APT Pranoto belum dilengkapi ILS. "ILS dipasang tahun ini oleh Air Nav Indonesia, belum ada kabar penundaan. Mudah-mudahan lancar," sebut Dodi.

"Kita terus berusaha untuk melengkapi kekurangan yang ada. Meski semua instrumen kita operasikan, tapi kalau pilot putuskan tidak mendarat, silakan. Paling tidak, menunggu 1-2 jam di bandara lain, sambil menunggu cuaca cerah di Samarinda," jelas Dodi.

Baca juga:
Terdampak Corona, Lion Air Tak Perpanjang Kontrak Kerja Pegawai
Cuaca Buruk, Lion Air Surabaya-Samarinda Mendarat di Balikpapan
Cuaca Buruk, Lion Air dari Surabaya-Samarinda Mendarat di Balikpapan
Lion Air Group Kembali Layani Penerbangan Domestik Mulai Hari Ini
Ini Aturan Bepergian Menggunakan Pesawat di Wilayah NTT Saat New Normal
CEK FAKTA: Disinformasi Lion Air PHK Ribuan Karyawan

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.