Libur Panjang Maulid Nabi: Pentingnya Cek Kondisi Ban Mobil, Tahukah Anda Ban Aus Bikin Boros BBM?
Jelang libur panjang Maulid Nabi, pastikan perjalanan Anda aman dan nyaman. Simak tips penting cek kondisi ban mobil agar terhindar dari risiko di jalan dan hemat BBM!
Jelang libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Jumat (5/9), banyak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk berlibur ke luar daerah. Perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi menjadi pilihan favorit bersama keluarga dan teman-teman. Namun, persiapan kendaraan, khususnya kondisi ban, seringkali terlewatkan dan berpotensi menimbulkan risiko di jalan.
Head of Original Equipment (OE) Sales Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano, menekankan pentingnya kepedulian terhadap kondisi ban kendaraan. Pihaknya tidak hanya memberikan edukasi keselamatan berkendara, tetapi juga menghadirkan program promo menarik untuk mendukung perjalanan jelang libur panjang akhir pekan ini.
“Melalui tips perawatan ban ini, kami tidak hanya memberikan edukasi keselamatan berkendara, tetapi juga menghadirkan penawaran menarik agar konsumen dapat mengganti ban tepat waktu dengan lebih terjangkau sehingga lebih nyaman saat liburan long weekend,” ujar Fisa Rizqiano. Hal ini bertujuan agar perjalanan liburan Anda tetap aman, nyaman, dan bebas dari kendala.
Periksa Tekanan Ban Secara Rutin
Pemeriksaan tekanan ban adalah langkah krusial sebelum memulai perjalanan, terutama untuk jarak jauh. Tekanan ban yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat berdampak signifikan pada performa dan keamanan kendaraan Anda. Tekanan ban yang terlalu rendah bisa menyebabkan ban cepat aus dan meningkatkan konsumsi bahan bakar, yang tentu merugikan saat liburan.
Sebaliknya, tekanan ban yang terlalu tinggi juga tidak ideal karena dapat mengurangi traksi ban terhadap permukaan jalan. Kondisi ini juga bisa mengurangi kenyamanan berkendara, membuat perjalanan terasa lebih bergelombang dan tidak stabil. Pastikan untuk selalu menyesuaikan tekanan ban sesuai dengan standar yang tertera pada manual kendaraan Anda.
Cek Ketebalan Tapak Ban dan Indikator Keausan
Ketebalan tapak ban merupakan indikator penting lainnya yang harus diperhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pastikan ketebalan tapak ban minimal 1,6 mm untuk menjaga keamanan dan performa optimal. Ban yang aus meningkatkan risiko selip, terutama saat kondisi jalan basah atau hujan, yang dapat membahayakan keselamatan.
Untuk memeriksa ketebalan ban, Anda bisa melihat indikator keausan ban (TWI) yang berupa tanda segitiga. Tanda ini biasanya berlokasi di setidaknya enam posisi di sekeliling dinding samping ban. Apabila keausan ban sudah menyentuh tonjolan pada alur ban yang ditunjukkan oleh TWI, itu berarti ban sudah aus dan perlu segera diganti untuk menghindari risiko kecelakaan.
Selain itu, perhatikan juga apakah ada keausan yang tidak merata pada ban. Keausan tidak merata dapat menyebabkan timbulnya kebisingan dan getaran berlebih saat berkendara. Kondisi ini tentu akan mengurangi kenyamanan perjalanan Anda, terutama saat menempuh jarak jauh.
Hindari Retakan dan Bersihkan Kerikil pada Ban
Meskipun terlihat sepele, adanya retakan atau benjolan pada ban bisa berakibat fatal, meningkatkan risiko pecah ban di tengah perjalanan. Periksa seluruh permukaan ban secara teliti untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan fisik. Retakan kecil sekalipun bisa membesar dan membahayakan, terutama saat ban bekerja keras dalam perjalanan jauh.
Selain itu, kerikil yang menyangkut pada telapak ban juga bisa menjadi masalah serius. Kerikil yang menyumbat alur tapak ban dapat mengurangi kemampuan ban mencengkeram jalan. Hal ini sangat berbahaya, terutama saat Anda berkendara di kondisi jalan licin atau saat hujan, di mana cengkeraman ban sangat vital untuk menjaga stabilitas kendaraan.
Siapkan Ban Cadangan dengan Tekanan Ideal
Bagi pengendara mobil, terutama yang menggunakan mesin konvensional (ICE), memastikan ban cadangan siap pakai adalah langkah antisipasi yang tidak boleh diabaikan. Periksa tekanan ban cadangan secara berkala. Idealnya, tekanan ban cadangan harus 5–10 psi lebih tinggi dari standar ban yang terpasang. Ini untuk mengantisipasi penyusutan tekanan yang mungkin terjadi selama penyimpanan.
Memiliki ban cadangan yang siap pakai dapat menjadi penyelamat saat terjadi kondisi darurat seperti ban kempes atau pecah di tengah perjalanan. Jangan sampai liburan Anda terganggu hanya karena masalah ban yang sebenarnya bisa diantisipasi dengan persiapan yang matang.
Sumber: AntaraNews