Legislator Desak DLH DKI Benahi Sistem Pengelolaan Sampah Tambora yang Menggunung
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyoroti serius masalah Pengelolaan Sampah Tambora yang kian menggunung, mendesak DLH DKI segera bertindak konkret dan berkelanjutan.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk segera mengambil tindakan nyata dan terukur. Desakan ini muncul menyusul aduan masyarakat terkait gunungan sampah yang kian parah di wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Kondisi ini telah menimbulkan keresahan dan dampak negatif bagi kualitas hidup warga setempat.
Kenneth menekankan bahwa penanganan masalah sampah tidak boleh bersifat sementara atau reaktif, melainkan harus sistematis dan berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa permasalahan gunungan sampah di Tambora tidak bisa dianggap remeh, terutama setelah warga menyampaikan keluhan melalui berbagai saluran, baik media sosial maupun secara langsung.
Untuk memastikan penanganan segera dilakukan, Hardiyanto Kenneth langsung meninjau lokasi di Kelurahan Jembatan Besi dan Kali Anyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendorong instansi terkait agar segera bertindak demi kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Sorotan Legislator Atas Aduan Warga
Dalam kunjungannya ke Tambora, Hardiyanto Kenneth didampingi oleh Lurah Jembatan Besi Achmad Subhan, Lurah Kalianyar Iman Suhendar, Camat Tambora Pangestu Aji, serta perwakilan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat. Kehadiran para pemangku wilayah ini menunjukkan adanya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam upaya menangani permasalahan yang dihadapi warga.
Kenneth mengungkapkan bahwa ia sering menerima laporan dari warga yang merasa terganggu dengan penumpukan sampah. Keluhan tersebut mencakup bau tidak sedap, peningkatan populasi lalat dan tikus, serta penurunan kualitas hidup sehari-hari. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi instansi terkait, mengingat potensi dampak buruknya terhadap kesehatan masyarakat.
Sebagai langkah awal, pria yang akrab disapa Bang Kent ini meminta Satuan Tugas (Satgas) Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat dan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari masing-masing kelurahan untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh. Tujuannya adalah mengembalikan kondisi lingkungan menjadi bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Mendesak Optimalisasi Sistem Pengelolaan Sampah Tambora
Selain pembersihan segera, Hardiyanto Kenneth juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mengambil langkah konkret dan terukur dalam Pengelolaan Sampah Tambora. Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi armada pengangkut sampah. Hal ini mencakup penyesuaian jadwal pengangkutan yang lebih efektif, serta peningkatan pengawasan di titik-titik rawan penumpukan sampah.
Kenneth menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di DKI Jakarta. Evaluasi ini harus mengidentifikasi kendala yang mungkin ada, baik itu terkait infrastruktur, kurangnya sumber daya, maupun persoalan koordinasi antar instansi. Dengan demikian, solusi yang diambil dapat benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa seluruh permasalahan terkait sampah harus dibuka secara transparan ketika ada kendala. Keterbukaan ini diharapkan dapat mempermudah identifikasi akar masalah dan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih efektif. Transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan akuntabilitas.
Pentingnya Peran Masyarakat dan Inovasi dalam Pengelolaan Sampah Tambora
Hardiyanto Kenneth juga mendorong pendekatan berbasis masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Tambora, dengan melibatkan warga secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penguatan peran RT/RW dan komunitas lokal menjadi sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga perlu mempertimbangkan langkah-langkah inovatif ke depannya. Ini termasuk pengembangan bank sampah secara serius, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sampah dan limbah, serta kerja sama dengan pihak swasta. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sistem pengelolaan sampah yang ada saat ini.
Langkah-langkah inovatif ini krusial untuk menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Dengan kombinasi partisipasi aktif masyarakat dan dukungan teknologi serta kemitraan strategis, diharapkan masalah gunungan sampah di Tambora dan wilayah DKI Jakarta lainnya dapat teratasi secara komprehensif.
Sumber: AntaraNews