Ledakan Elpiji Renggut 3 Nyawa, Pertamina Patra Niaga Didesak Bertanggung Jawab
Menanggapi hal itu, Area Manager Comrel & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Rusminto Wahyudi menyampaikan duka cita.
PT Pertamina Patra Niaga diminta bertanggungjawab atas ledakan tabung elpiji 12 kilogram yang menewaskan tiga orang dan enam lainnya luka berat di Palembang.
Desakan itu disampaikan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel Taufik Husni. Menurut dia, insiden itu tak bisa dianggap sebagai kecelakaan biasa tetapi patut dicurigai kegagalan sistem distrbusi dan pengawasan elpiji.
"Sebagai pemegang merek dan penyalur resmi, Pertamina Patra Niaga harus tanggungjawab, tidak serta merta kejadian ini disebut hanya sebagai musibah," ungkap Ketua YLKI Sumsel Taufik Husni, Selasa (3/2).
Ledakan Elpiji
Taufik menilai ledakan elpiji bukti lemahnya pengawasan terhadap kondisi tabung di tingkat agen hingga konsumen. Terlebih peristiwa serupa kerap terjadi yang menimbulkan korban jiwa.
"Ada persoalan serous dalam kontrol kualitas tabung dan ini dirugikan konsumsen," kata Taufik.
"Jika terbukti tabung tidak layak berpotensi pidana," sambung dia.
Menanggapi hal itu, Area Manager Comrel & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Rusminto Wahyudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut. Pihaknya mendukung proses penanganan dan investigasi kepolisian guna memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh dan objektif.
"Sebagai badan usaha yang bertanggungjawab dalam penyediaan dan penyaluran elpiji, kami senantiasa berkomitmen terhadap aspek keselamatan, kualitas produk, serta kepatuhan terhadap standar operasional dan regulasi yang berlaku," kata Rusminto.
Elpiji yang Didistribusikan
Rusminto memastikan elpiji yang didistribusikan melalui jaringan resmi Pertamina telah melalui proses pengendalian mutu yang ketat, mulai dari pengisian, pengujian kelayakan tabung, hingga penyaluran ke konsumen. Sebagai bagian dari edukasi keselamatan kepada masyarakat, pihaknya mengingatkan bahwa berdasarkan ketentuan umum keselamatan penggunaan elpiji, potensi kebocoran atau insiden dapat dipengaruhi oleh berbagai factor.
"Antara lain Kondisi perlengkapan pendukung seperti regulator, selang, maupun tata cara penggunaan di tingkat konsumen," kata dia.
Karena itu, masyarakat dihimbau agar senantiasa memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaan elpiji, seperti memeriksa kondisi tabung secara berkala serta memastikan tidak terdapat kerusakan fisik atau indikasi kebocoran, memastikan pemasangan regulator dan selang dilakukan dengan benar dan sesuai standar keselamatan, menggunakan perlengkapan pendukung yang memenuhi standar, termasuk selang dan regulator ber-SNI, dan segera menjauh dari sumber api apabila tercium bau gas atau ditemukan indikasi kebocoran.
"Kami terus meningkatkan program edukasi dan sosialisasi keselamatan penggunaan elpiji bersama pemerintah daerah guna meminimalisir potensi kejadian serupa di masa mendatang," kata Rusminto.
Ledakan Tabung Gas
Diketahui, ledakan tabung gas elipiji 12 kg terjadi saat masak-masak dalam rangka ruwahan di Kelurahan 3 Ilir, Ilir Timur II, Palembang, Sabtu (31/1). Tiba-tiba terjadi kebocoran pada gas yang digunakan lalu meledak.
Ledakan besar itu membuat warga mayoritas kalangan perempuan yang sedang memasak terpental. Para korban mengalami luka bakar serius.
Ledakan tersebut membuat pemilik rumah, DW (33), asisten rumah tangga, MR (40) tewas, dan seorang tetangga, UM (54), meninggal dunia. Sementara enam korban lain luka bakar 20-80 persen.
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti terjadi ledakan yang menimbulkan banyak korban. Sejumlah barang bukti seperti tabung elpiji dan kompor yang terbakar diamankan dan saksi-saksi masih dalam proses pemeriksaan.