Laris di Timteng, Bu Esther rambah bisnis presto ke Amerika Serikat
"Lucu orang-orang bule demen banget prestoanku. Setengah ayam dimakan sendiri bahkan ada yang habis beli balik lagi,".
Tidak hanya gudeg, RA Estherlita Suryoputro (57) juga berhasil memperkenalkan presto di Abu Dhabi. Esther hanya mengembangkan dua jenis presto, bandeng dan ayam. Menurut pelanggannya, presto Esther sangat khas atau 'It's you on a plate'.
Bahkan presto racikannya sudah merambah Kuwait dan Amerika Serikat. "Bandeng presto saya sampai Kuwait, karena ada teman yang pesan bahkan sering dijual di Doha, Qatar, menurut mereka cocok tastenya," kata Esther saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (12/3).
Di Amerika, Esther memperkenalkan presto kepada warga Amerika saat mendampingi anaknya menyelesaikan sekolah. "Lucu orang-orang bule demen banget prestoanku. Itu setengah ayam dimakan sendiri bahkan ada yang habis beli balik lagi," tutur Esther.
Meski sudah sampai ke Kuwait dan Qatar, Esther baru akan mengembangkan presto di Texas, Amerika. Rencana ini akan segera terlaksana dalam waktu dekat.
Berbeda dengan gudeg, warga Arab lebih bisa menerima hidangan prestonya. Menurut Esther, warga lokal lebih menyukai rasa yang lebih netral dibandingkan dengan gudeg yang relatif lebih banyak menggunakan bumbu.
"Warga lokal (Abu Dhabi) dan warga Timteng kelihatannya mereka suka juga dan memang masakannya saya buat yang netral sehingga bisa diterima lidah mereka," jelas Esther.
Di Timur Tengah, Esther membanderol prestonya seharga 40 dirham UEA per ekor, sedangkan di Amerika Esther berencana membanderol prestonya seharga USD 15 per ekor.
Baca juga:
Trik apik bisnis ternak jangkrik
Kulik laba dari kerupuk jangkrik
Karena jangkrik, Bambang jadi bos beromzet miliaran
Kembangkan gudeg di Abu Dhabi, Esther kesulitan cari krecek
Kisah Bu Esther jualan gudeg di Abu Dhabi, obati kangen para WNI
Besarkan 'radja ketjil', Renaldo tinggalkan kursi bankir