Lapak digusur tiba-tiba, pedagang tuding Ahok ingkari janji
Pedagang mengaku masih memegang janji Pemprov untuk tidak menggusur sebelum relokasi siap dipakai.
Proses penertiban Pasar Karanganyar dikeluhkan oleh sejumlah warga. Pasalnya, apa yang telah disepakati dengan Pemprov DKI yakni mengundur proses pembongkaran kelihatannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut salah seorang pedagang, Mamat (45), Peguyuban Pasar Karanganyar sudah menemui Pemprov DKI di Balai Kota, Senin (14/9) kemarin. Dalam pertemuan tersebut disepakati tidak akan ada penggusuran sampai tempat relokasi sudah disiapkan bagi 216 pedagang.
"Paguyuban pedagang sudah ke sana. Katanya enggak akan digusur. Diundur satu tahun dan ada relokasi dulu," ujar Mamat yang sehari-hari menjual sayur-sayuran di Pasar Karanganyar, Jakarta Pusat, Rabu (16/9).
Selain mengeluhkan cepatnya proses penertiban, Mamat juga mengeluhkan kurangnya tempat di Pasar Karanganyar. Seharusnya, kata dia, Pemprov DKI harus benar-benar memperhatikan hal ini agar pedagang tidak kebingungan mencari tempat jualan baru.
"Tempat relokasi enggak memadai. PD enggak cukup tempatnya. Ini main gusur aja," tutup dia.
Pasar Karanganyar adalah lokasi bagi pedagang yang terkena gusuran dan dibangun oleh Pemprov DKI. Posisinya bersebelahan dengan pasar baru saja digusur oleh Satpol PP. Lokasi baru ini ternyata sudah diisi oleh ratusan pedagang.
Baca juga:
Tolak digusur, ratusan PKL di Gunung Putri gelar unjuk rasa
Mau didemo pedagang Karang Anyar, Ahok sebut 'kita lihat saja'
Ahok janji ganti rugi lahan Bidara Cina asal tunjukkan sertifikat
Pengosongan rumah asrama di Medan ricuh, penghuni teriaki tentara
Bulan Oktober, Ahok pastikan permukiman di Bidara Cina dibongkar