LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Langgar SOP Saat Penggusuran Tamansari Bandung, 5 Brimob Disanksi Tunda Naik Pangkat

Lima Brimob melanggar SOP saat bertugas itu berasal dari dinas berbeda. Dua Brimob merupakan anggota Polres Bandung dan tiga anggota Brimob Polda Jabar.

2019-12-26 12:56:48
Penggusuran Tamansari
Advertisement

Divisi Propam Polda Jabar merampungkan penyelidikan dugaan pelanggaran anggota Brimob saat mengawal penertiban penggusuran kawasan Tamansari Bandung, Jawa Barat. Hasil penyelidikan membuktikan lima anggota Brimob terbukti melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) saat bertugas.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Saptono Erlangga mengatakan, lima Brimob tersebut sudah menjalani sidang etik pada 20 Desember 2019 kemarin. Alhasil, kelimanya diberikan sanksi penundaan kenaikan pangkat selama satu periode.

"Lima sudah terbukti melakukan pelanggaran disiplin melakukan kekerasan saat pengamanan. Hasilnya kelima personel mendapatkan sanksi 21 hari ditempatkan pada tempat khusus dan penundaan kenaikan pangkat satu periode," ujar Saptono saat dikonfirmasi, Kamis (26/12).

Advertisement

Saptono mengatakan, lima Brimob melanggar SOP saat bertugas itu berasal dari dinas berbeda. Dua Brimob merupakan anggota Polres Bandung dan tiga anggota Brimob Polda Jabar.

"Lima itu 2 personel Brimob Polres Bandung, 3 personel Brimob Polda Jabar," kata dia.

Sebelumnya, kerusuhan saat penggusuran lahan di Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat menjadi sorotan publik. Terlebih, dalam video yang viral di sosial media, tampak aparat kepolisian melakukan tindak kekerasan terhadap warga setempat.

Advertisement

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudho menyampaikan, kerusuhan sebenarnya terjadi usai penggusuran di Tamansari dilakukan secara baik dan kondusif oleh petugas Satpol PP.

"Bahwasanya dari awal pagi itu kondusif. Siang isoma. Itu kondusif masih," tutur Trunoyudho saat dihubungi, Sabtu (14/12/2019).

Namun usai istirahat siang, lanjutnya, mendadak datang massa di luar warga setempat. Polri pun melihat adanya potensi konflik antara massa dengan Satpol PP.

"Kalau warga situ memang kita negosiasinya dari awal kan Satpol PP, bukan Polri. Kita kan sifatnya membackup. Jadi Polri di sini posisinya diminta perbantuan dari Satpol PP," jelas dia.

Trunoyudho menyebut, potensi ricuh diantisipasi secara preventif. Polri meminta warga tidak berkumpul dan membubarkan diri.

"Namun pasca itu, serangan justru pada Polri. Sudah pengumuman, kondusif, mundur, bahkan ada satu rumah dibakar polisi minta pemadam kebakaran maju untuk memadamkan. Dipadamkan, baru terjadi kerusuhan," Trunoyudo menandaskan.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
PTUN Tolak Gugatan Warga Tamansari
Dua Polisi Diduga Melakukan Aksi Indisipliner saat Penertiban Tamansari
GMII Dukung Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan di Tamansari
Polisi Sebut Penggusuran Tamansari Rusuh Karena Ulah Warga Luar
Wali Kota Bandung Minta Maaf Soal Penggusuran Tamansari
Diduga Lakukan Pelanggaran Saat Penggusuran Tamansari, Puluhan Polisi Diperiksa
Rusuh Penggusuran Tamansari, Mahfud MD Sebut Siapa Pun Tak Boleh Langgar Hukum

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.