LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Lakukan penipuan rekrut anggota TNI AL, kolonel gadungan dibekuk

Kolonel gadungan ini berhasil menipu korbannya hingga rugi puluhan juta.

2014-04-04 01:03:00
Penipuan
Advertisement

Denpomal Lanal Semarang, menangkap seorang pelaku kejahatan yang mengaku Marinir Angkatan Laut (AL) dengan pangkat kolonel bernama Hari Suseno (51) warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pria ini menipu dengan modus operandi mengaku sebagai anggota Marinir dengan maksud agar bisa memasukkan orang lain dengan cara membayar.

Suyarno (45), warga Ketanggi, Rembang Kota, Rembang yang merupakan korban mengaku telah menjual dua ekor sapi dan sebidang tanah yang dijual untuk membiayai anaknya untuk bisa masuk TNI AL.

"Jadi uang itu digunakan untuk memasukkan anak saya agar bisa masuk menjadi anggota TNI AL. Tetapi ternyata uang itu dibawa kabur oleh Hari Suseno alias Haryo Tejo," katanya saat berada di Denpomal Semarang Kamis(3/4).

Lebih lanjut, Suyarno mengatakan bahwa Haryo mengaku sebagai pejabat TNI AL berpangkat kolonel dan bertugas di Jawa Tengah. "Jadi ketika kenal dengan Haryo itu dari tetangga. Dan dilihat dari posturnya dan mengenakan seragam doreng saya tidak punya curiga sekali," ujarnya.

Menurut Suyarno, kesepakatan itu berawal dari pertemuannya dengan Haryo pada Mei 2013 lalu. Haryo pun menawarkan memasukkan anaknya menjadi anggota TNI AL melalui jalur pintas.

"Sehingga terjadi kesepakatan dan pelaku meminta uang pelicin sebesar Rp 45 juta," katanya.

Karena uang pelicin itu cukup besar, maka uang pelicin itu diturunkan menjadi Rp 35 juta. Dalam kesepakatan itu pelaku sempat meminta uang booking kursi dan dua slop rokok dengan alasan untuk dibagikan kepada staf-stafnya.

"Uang itu digunakan untuk booking, serta rokoknya itu dibagikan kepada staf nya," katanya.

Namun tak lama kemudian, pelaku tetap mendatangi rumahnya dan meminta uang lagi sebesar Rp 18 juta dengan alasan dana tersebut sudah diminta dari pusat.

"Tanpa rasa curiga uang itu langsung saya berikan. Dan sepekan berikutnya pelaku kembali datang dan meminta uang Rp 5 juta, sehingga totalnya Rp 25 juta," ungkapnya.

Usai uang diberikan, tak lama pelaku lagi-lagi mendatangi korban dengan meminta uang kekurangannya sebesar Rp 10 juta dengan alasan pelaku akan pindah ke Papua. "Uang itu harus lunas dulu sebelum pindah ke Papua," katanya.

Dengan lunasnya uang pelicin itu, Suyarno berharap anaknya akan segera masuk dan diterima menjadi anggota AL. Namun beberapa bulan berikutnya hingga kini anaknya belum juga mendapat panggilan tugas.

"Saya berusaha untuk menanyakan melalui telepon, tapi pelaku bilang nanti masih dalam proses," jelasnya.

Mendengar jawaban pelaku tersebut, maka korban menceritakan kepada kerabatnya tentang kejadian itu. Kemudian salah seorang kerabatnya menyakinkan kalau korban diyakinkan itu penipuan.

"Mendengar pernyataan dari tetangga yakni Sadam dan Arya juga tertipu, maka saya berkeyakinan kalau saya terkena tipu," ungkapnya.

Kemudian korban melaporkan hal tersebut ke Polsek Rembang Kota. Namun oleh kerabat korban kejadian itu juga dilaporkan ke Pomal hingga penindakan dilakukan. Pelaku kemudian ditangkap dan sekarang mendekam di sel tahanan Pomal Semarang.

Pelaku mengaku bahwa ide untuk menipu muncul secara tiba-tiba saat dia melihat seragam angkatan laut yang dijual di Pasar Taman Kartini, Rembang.

"Seragam itu ada pangkatnya serta berlambang melati, kemudian muncul niat untuk menipu itu," katanya.

Hari pun mengaku uang hasil penipuan itu sudah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi yakni untuk membangun rumahnya yang telah rusak.

"Uang itu saya gunakan untuk membangun rumah saya, karena rumah saya itu terbuat dari gedek sehingga perlu dibangun," akunya.

Komandan Lanal Semarang Kolonel laut (P) Rakhmawanto mengatakan, kasus penipuan itu terbongkar setelah pihaknya mendapat laporan terkait tindakan yang dilakukan oleh Kolonel gadungan tersebut.

"Untuk itu langsung saya perintahkan untuk membentuk tim penyelidik yang beranggotakan dari unit intel dan pomal lanal Semarang. Pelaku akan dikirim ke Polsek Rembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan kepada masyarakat bahwa pendaftaran anggota TNI AL tidak dipungut biaya," kata Rakhmawanto.

Baca juga:
Wabup Sumenep jadi korban penipuan telepon modus anak sakit
Wanita pengusaha berlian berontak saat ditahan Kajari Jakpus
Tak bayar upah kerja, caleg Gerindra dipolisikan
Dukun ini mengaku bisa gandakan uang Rp 24 juta jadi Rp 24 M
Terlena mau dinikahi, wanita Riau malah ditipu polisi gadungan

(mdk/gib)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.