LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Lain Jeddah, lain Mekkah dan Madinah

Jeddah menjadi pusat perdagangan internasional di Arab Saudi

2016-08-26 15:30:00
72 Hari di Tanah Suci
Advertisement

Sudah 20 hari secara bergelombang jemaah haji Indonesia berdatangan ke Madinah dan Makkah. Gelombang pertama jemaah haji mendarat di Bandara AMAA Madinah. Sementara untuk gelombang kedua jemaah haji langsung mendarat ke Jeddah, dilanjutkan perjalanan ke Makkah. Nyaris, jemaah haji cuma singgah di tiga kota ini.

Jeddah, Makkah dan Madinah memiliki ciri khas yang berbeda. Baik kondisi wilayah atau pun suhu. Saat tiba di Madinah, jemaah haji Indonesia bisa merasakan teriknya cuaca. Lantaran suhu di sini rata-rata 40-45 derajat celcius. Bahkan untuk di daerah tertentu misalnya Jabal Uhud, suhu bisa mencapai 49 derajat celcius. Di malam hari, cuaca di madinah cukup tinggi, bisa mencapai 40 derajat celcius. Sehingga wajar, meski malam, kadang badan terasa hangat karena cuacanya tinggi.

Bahkan, di Madinah jarang kita jumpai air dingin. Meski tanpa pemanas air, rata-rata air untuk mandi di Madinah sudah panas. Ini yang saya alami di Madinah selama 15 hari berada di Madinah. Badan pun tak pernah berkeringat di Madinah lantaran cuaca kering.

Sementara di Makkah, kondisi cuaca tidak jauh beda dengan di Madinah. Tapi sedikit lebih bersahabat. Cuaca di sana di siang hari antara 38-42 derajat celcius. Di siang hari, cuaca rata-rata 40 derajat celcius. Sementara di malam hari, di bawah 40 derajat celcius.

Bagaimana dengan di Jeddah? Di kota perdagangan internasional ini, kondisi cuaca sangat-sangat bersahabat. Kalau boleh saya katakan, Jeddah tak jauh beda dengan Jakarta. Di siang hari, maksimal cuaca cuma 37 derajat celcius. Sementara di malam hari cuma 30-31 derajat celcius. Di Jeddah bahkan bisa saja kita agak berlama-lama langsung bersentuhan dengan matahari. Bahkan di sini kita bisa berkeringat, lantaran cuaca agak lembap. Mandi pun bisa dengan air dingin.

"Tapi di sini baju mudah cepat bau keringat. Kalau di Madinah baju tak pernah bau," kata salah seorang teman saya sesama anggota Media Center Haji (MCH) sedikit bercanda.

Karena bukan kota suci, penduduk Jeddah juga beragam. Jika di Makkah dan Madinah (wilayah haram) orang nonmuslim tidak diperkenankan ada di dalamnya, maka di Jeddah orang nonmuslim pun bisa tinggal di sini. Karena itulah Jeddah menjadi pusat perdagangan internasional di Arab Saudi. Pengusaha dari berbagai penjuru dunia diperkenankan masuk kota ini, dan melakukan kegiatan bisnis, tapi harus mengikuti aturan-aturan yang ada tentunya.

"Di sini banyak juga orang nonmuslim, bos saya saja nonmuslim," kata Abdul, warga Indonesia yang sudah 3 tahun bermukim di Jeddah.

Di jam-jam sore hari, Jeddah tak ubahnya Jakarta. Selama empat hari berada di Jeddah, saya sudah terjebak dua kali kemacetan. Kemacetan biasanya terjadi di sore hari saat orang-orang pulang kerja. Kemacetan juga kerap terjadi di jalan menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Lampu merah juga relatif banyak di sini. Beda dengan jalanan di Madinah yang rata-rata jalanan bebas hambatan. Soal lebar jalan, Madinah dan Jeddah tak jauh beda. Melebihi lebarnya jalan di Thamrin dan Sudirman, kalau di Jakarta.

Untuk mencari makanan-makanan khas Indonesia juga tak susah di Jeddah. Sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di kawasan Albalad, menyediakan berbagai macam menu masakan khas Indonesia misalnya Bakso Mang Oedin, Bakso Sari Raos Khas Bandung, dan sebagainya.

Tak cuma makanan, barang-barang elektronik juga banyak dijual di Jeddah. Harganya pun miring, jauh lebih murah dibanding di Jakarta. Untuk iPhone terbaru misalnya. Harganya bisa lebih murah 2-3 juta dibanding harga di Jakarta. Untuk barang-barang yang harganya murah, selisihnya dengan di Jakarta lumayan tinggi, berkisar antara Rp 500- 1 juta.

"Untuk ponsel yang harganya mahal, lumayan berasa selisih harganya," kata Oke, salah seorang petugas haji Indonesia.

Baca juga:
Madinah juga punya mal, mulai paling murah sampai paling mahal
Jemaah haji jangan pakai jasa joki kursi roda, tak aman dan mahal!
96 Ribu jemaah haji sudah tiba di Tanah Suci
Jemaah haji diingatkan tak berbuat zalim kepada anak istri
Sempat tak mau, jemaah haji Indonesia ini akhirnya mau ke Mekkah
Tiap kloter harus buat pernyataan patuhi jadwal lontar jumrah

Advertisement



(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.