Labora berkali-kali kabur, Menteri Yasonna tak mau disalahkan DPR
Dia menyatakan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap Labora.
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menanggapi kritik pedas anggota DPR kepada dirinya terkait Labora Sitorus yang kabur pekan kemarin. Menurut Yasonna, seharusnya DPR tidak hanya melihat kesalahan personelnya. Namun, mesti juga melihat sisi positif petugas.
"Jangan hanya dilihat dari yang jelek-jeleknya saja, seperti di sini (Lapas Jambe Tangerang) bagaimana para sipir membina para warga binaan membuat program buah karya. Seperti berkebun dan peternakan ikan," ujar Yasonna usai meresmikan gerakan Lapas anti Narkoba di Lapas Jambe, Kabupaten Tangerang, Selasa (8/3).
Dia menyatakan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap Labora. Tapi, petugas terbentur dengan perhelatan Pilkada serentak sehingga mengedepankan keamanan tersebut. Selain itu, kata dia, jumlah personel di Papua sangat terbatas.
"Kalau di sana (Papua) kan personel kita memang terbatas, dan perlu diketahui kita melakukan pengejaran (Labora) bukan hanya sehari saja, tetapi sudah lama, petugas Kemenkum HAM sudah ada dua minggu di sana, dari kepolisian sudah 10 hari," jelasnya.
Terkait adanya informasi bahwa Labora akan dipindahkan dari Lapas Cipinang, Yasonna membantahnya. "Di Cipinang saja, tidak ada rencana pemindahan," terangnya.
Yasonna juga menyarankan kepada Labora untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) jika Labora masih merasa keberatan dengan hukuman yang telah divonis pengadilan.
Baca juga:
Bamsoet sindir Menkum HAM sibuk urus Golkar, Labora sampai kabur
Menkum HAM sebut penolakan kasasi MA bisa bikin Golkar kisruh lagi
Luhut dan Yasonna di balik keraguan Jokowi tunda revisi UU KPK
Menkum HAM tegaskan dewan pengawas bukan untuk mencampuri kerja KPK
Menkum HAM hargai ucapan ketua KPK akan mundur bila ada revisi UU
Menkum HAM akui pembebasan visa banyak dikritik, tak bisa buru-buru
Menkum HAM sebut lapas mayoritas dihuni terpidana narkoba