LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Labi-Labi Langka Umur 50 Tahun Ditemukan di Sleman

Seekor labi-labi, jenis bintang yang masuk kategori hampir punah ditemukan di wilayah Sleman. Binatang bernama latin Chitra chitra ini ditemukan oleh seorang warga beberapa waktu yang lalu di Sungai Sempor, Dusun Manyaran, Kelurahan Triharjo, Kabupaten Sleman.

2019-02-07 21:07:29
Hewan langka
Advertisement

Seekor labi-labi, jenis bintang yang masuk kategori hampir punah ditemukan di wilayah Sleman. Binatang bernama latin Chitra chitra ini ditemukan oleh seorang warga beberapa waktu yang lalu di Sungai Sempor, Dusun Manyaran, Kelurahan Triharjo, Kabupaten Sleman.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Junita Parjanti mengatakan usai penemuan labi-labi pihaknya mengirim tim reaksi cepat BKSDA ke lokasi. Tim pun kemudian bertemu dengan warga yang menemukannya dan melakukan pendekatan.

"Kami lakukan pendekatan. Kami memberikan penjelasan pada warga tersebut bahwa labi-labi yang ditemukannya adalah labi-labi jenis langka, nyaris punah dan juga dilindungi undang-undang. Akhirnya warga mengerti dan mau menyerahkan labi-labi itu secara sukarela," ujar Juniati saat dihubungi, Kamis (7/2).

Advertisement

Juniati menerangkan saat ini Labi-labi dititipkan ke Gembira Loka Zoo. Penitipan ini ditandai dengan proses penyerahan pada Rabu (6/2) kemarin.

Terpisah, Manajer Konservasi Gembira Loka Zoo, Josephine Vanda Tirtayani mengatakan bahwa labi-labi yang diserahkan memiliki ukuran panjang 90 cm dan lebar 60 cm. Pihaknya memperkirakan jika umur labi-labi itu sekitar 50 tahun.

Vanda menyebut berdasarkan data dari Lembaga Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature), labi-labi ini masuk ke kategori hampir punah atau critically endangered.

Advertisement

"Spesies tersebut kehilangan habitat asli dan hampir punah karena eksploitasi untuk konsumsi makanan manusia dan perdagangan liar," urai Vanda.

Vanda menambahkan jika pihaknya melakukan karantina kepada labi-labi itu. Proses karantina dilakukan untuk menyembuhkan luka-luka di tubuh labi-labi. Vanda mengungkapkan ada luka-luka di labi-labi yang disebabkan oleh manusia maupun oleh alam.

"Saat ini ditempatkan di karantina dulu. Kan ada beberapa protokoler. Dicek kesehatannya, X-ray, diukur. Jadi di tubuhnya ada beberapa luka, tapi lukanya dari mana tidak ada info langsung. Kalau proses karantina kurang lebih 30 hari. Belum tahu membutuhkan berapa lama lukanya, tergantung kondisi satwa," tutup Vanda.

Baca juga:
Lumba-lumba Mati Ditemukan di Pantai Kuta
Sapi Berkepala Dua dan Tiga Telinga Gegerkan Warga Boyolali
Lumba-Lumba Tersesat Dievakuasi ke Muara Tanjung Balai via Jalur Darat
Kepolisian Medan Sita Kulit Harimau Senilai Rp 17 juta
Lumba-Lumba yang Tersesat di Sungai Kualah Labura Ditemukan Mati
Jual Kulit Harimau, Seorang Petani di Langkat Ditangkap Polisi

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.