Labfor gelar olah TKP peristiwa peluru nyasar tewaskan Angga
Saat olah TKP digelar, ratusan warga yang antusias turut menyaksikan membuat tim cukup kewalahan.
Dua hari pasca peristiwa peluru nyasar yang menyebabkan bocah Rendi Anggara (10) tewas di tempat, tim Labfor menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian, Senin (7/12).
Ratusan warga antusias menyaksikan untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Olah TKP yang dilakukan tim Labfor Cabang Palembang itu, dimulai saat sejumlah anggota Satres Narkoba Palembang melakukan penangkapan terhadap pengedar narkoba. Petugas melepaskan lima kali tembakan ke arah pelaku yang melarikan diri.
Tembakan pertama dilakukan di depan lorong tempat tinggal korban. Tembakan pertama itu sebanyak dua kali. Lantaran pelaku kabur, petugas kembali menembak dari jarak sekitar 8,2 meter. Pelaku berhasil diringkus.
Saat akan ditangkap, pelaku berontak dan terjadilah pergulatan dengan dua petugas. Saat pelaku kembali kabur, satu tembakan kembali dilepaskan. Tembakan itulah mengenai kepala sebelah kiri korban yang sedang bermain di teras rumahnya.
Selain mengenai korban, satu peluru juga menembus dan memecahkan kaca etalase dagangan salah seorang pedagang yang berada tak jauh dari rumah korban. Salah satu tim Labfor mengaku tidak berwenang memberikan penjelasan terkait olah TKP tersebut.
"Maaf, kita hanya melakukan olah TKP untuk melengkapi pemeriksaan. Konfirmasi langsung sama kapolda," ungkap salah satu tim labfor.
Saat olah TKP digelar, ratusan warga yang antusias turut menyaksikan membuat tim cukup kewalahan. Apalagi, jalan di lokasi cukup sempit karena hanya setapak.
Baca juga:
Minta keadilan, ayah bocah Angga menangis histeris ke Kapolda Sumsel
Keluarga Angga korban salah tembak ogah tempuh jalur damai
Bagaimana seharusnya aturan polisi menembak di tengah-tengah warga?
Bocah dan remaja nahas kena peluru nyasar polisi-TNI
Ayah bocah tewas kena peluru nyasar polisi ingin pelaku dihukum mati