Kubu Raya Genjot Optimalisasi Lahan Food Estate, Targetkan Panen Dua Kali Setahun
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya serius menggenjot program Optimalisasi Lahan Food Estate di Kecamatan Batu Ampar. Targetnya, petani bisa panen dua kali setahun untuk dongkrak produksi pangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, secara serius mengoptimalkan kawasan food estate di Kecamatan Batu Ampar. Langkah ini dilakukan melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.
Program Oplah ini menargetkan peningkatan indeks pertanaman dari semula hanya satu kali menjadi dua kali tanam dalam setahun. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, di Sungai Raya.
Upaya ini diharapkan mampu mendongkrak produksi pangan daerah serta memperkuat ketahanan pangan lokal. Berbagai infrastruktur pertanian akan direhabilitasi dan ditingkatkan untuk mendukung percepatan produksi.
Peningkatan Produktivitas Melalui Optimalisasi Lahan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, menjelaskan bahwa Program Oplah diusulkan kepada pemerintah pusat untuk tahun 2025. Fokus utamanya adalah rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur pertanian guna mendukung percepatan produksi pangan daerah.
Program Optimalisasi Lahan ini mencakup perbaikan menyeluruh terhadap berbagai infrastruktur sawah yang krusial. Ini termasuk pembersihan lahan, pembangunan serta rehabilitasi saluran tersier, pembuatan parit, dan penataan kawasan pertanian.
Tujuannya adalah agar lahan-lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih produktif. Dengan demikian, diharapkan target peningkatan indeks pertanaman menjadi dua kali setahun dapat tercapai secara optimal di kawasan food estate.
Perluasan Cakupan dan Peran Brigade Pangan
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kubu Raya, tahap pertama Program Oplah pada tahun 2025 di Kecamatan Batu Ampar akan mencakup sekitar 890 hektare lahan pertanian. Lahan ini tersebar di beberapa desa, seperti Ambarawa, Nipah Panjang, Sungai Besar, Sungai Jawi, Tasik Malaya, dan Teluk Nibung.
Tidak berhenti di situ, pemerintah daerah juga telah mengusulkan tambahan optimalisasi lahan seluas sekitar 416 hektare untuk tahap kedua. Area perluasan ini direncanakan di kawasan Batu Ampar dan Tanjung Harapan, menunjukkan komitmen perluasan cakupan program.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah membentuk Brigade Pangan yang melibatkan petani milenial. Kelompok ini akan menjadi motor penggerak dalam pengelolaan pertanian modern, termasuk pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang direncanakan akan disalurkan oleh pemerintah pusat.
Agus Siswandi menyatakan bahwa Brigade Pangan sudah terbentuk dan saat ini menunggu realisasi bantuan alsintan serta bibit dari pemerintah pusat. Dukungan ini sangat vital untuk menunjang keberhasilan kawasan Optimalisasi Lahan.
Target Produksi dan Panen Raya
Saat ini, beberapa lokasi yang telah menjalani program optimalisasi lahan dan sebelumnya hanya panen satu kali, sudah mulai menerapkan pola dua kali tanam dalam setahun. Ini menunjukkan progres positif dari implementasi program tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan peningkatan produksi gabah yang signifikan seiring dengan bertambahnya luas tanam dan intensitas pertanian. Harapannya, produktivitas minimal dapat mencapai tiga ton per hektare.
Yang terpenting, luas tanam diharapkan terus meningkat sehingga produksi pangan daerah juga ikut naik. Para petani yang tergabung dalam Brigade Pangan bahkan telah memulai penanaman di sejumlah lokasi optimalisasi lahan.
Sebagai puncak dari upaya ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana menggelar panen raya serempak di Kecamatan Batu Ampar dalam beberapa bulan mendatang. Desa Teluk Nibung akan menjadi lokasi utama perayaan panen raya tersebut, menandai keberhasilan program Optimalisasi Lahan.
Sumber: AntaraNews