LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kubu Prabowo diminta kooperatif dalam kasus Ratna Sarumpaet

Dia menduga, kebohongan ini tidak bersifat individualis, melainkan kebohongan yang terorganisir. Ada banyak indikasi yang mengarah kepada itu, apalagi kalau kita memahami skema 'firehose of falsehood'.

2018-10-08 13:15:40
Partai Solidaritas Indonesia
Advertisement

Polisi membuka kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet. Sementara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta pihak kepolisian tidak terburu-buru mengambil keputusan

Menanggapi hal tersebut, juru bicara bidang kepemudaan PSI, Dedek Prayudi mengatakan, respons koalisi Prabowo-Sandi adalah sebuah kepanikan. Sewaktu kebohongan berita penganiayaan ini belum terungkap, mereka serentak mendesak Polri agar mengusut berita penganiayaan dengan cepat.

"Setelah kebohongan ini terungkap, mereka terkesan tak ingin polisi bergerak cepat," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/10).

Advertisement

Dia menduga, kebohongan ini tidak bersifat individualis, melainkan kebohongan yang terorganisir. Ada banyak indikasi yang mengarah kepada itu, apalagi kalau kita memahami skema 'firehose of falsehood'.

"PSI justru berharap pihak kepolisian dapat mengungkap kasus ini seterang-terangnya dan secepat-cepatnya dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian. Hal ini dikarenakan hoaks adalah suatu racun bagi tumbuh kembangnya demokrasi di sebuah peradaban, dan kami pemuda Indonesia tidak menginginkan racun itu menyebar dan berdampak," jelas Dedek yang akrab disapa Uki.

Uki menyarankan kepada Gerindra serta seluruh koalisi Prabowo-Sandi untuk kooperatif dan membuktikan ketidakterlibatannya di jalur yang tepat, yakni jalur hukum.

Advertisement

"Kalau elit politik sudah membenarkan pembangkangan terhadap proses hukum karena klaim tidak bersalah, saya khawatir koruptor dan bandar narkoba juga akan melakukan hal yang sama," tutupnya.

Sebelumnya, Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, tak menyoal pernyataan polisi soal kans adanya tersangka baru kasus Ratna. "Polisi boleh saja berpendapat begitu, asal mempunyai dasar yang jelas," katanya, Minggu (7/10).

Dia meminta polisi tak terburu-buru mengambil keputusan dalam kasus Ratna. Dasco juga mengimbau polisi untuk bergerak cepat dalam kasus lain.

"Kita juga minta polisi jangan terburu-buru, harus dengan kajian komprehensif. Apabila itu tetap dilakukan polisi, kita juga akan tetap melakukan upaya-upaya yang sesuai prosedur hukum. Kita juga minta, kalau dalam kasus ini polisi bisa cepat, banyak juga perkara-perkara lain yang polisi harus begitu," katanya.

Baca juga:
Hidayat Nur Wahid sebut PKS tak diberi tahu Gerindra saat pilih Ratna jadi timses
Siang ini, pelapor hoaks Ratna Sarumpaet diperiksa Polda Metro
PSI: Hanya hoaks masif mampu kalahkan Jokowi
Tak terima dibohongi, Gerindra kini polisikan Ratna Sarumpaet
Koordinator JPPR desak polisi usut aktor politik di balik kebohongan Ratna

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.