LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kubu Jokowi Yakin Hasil Survei Tak Pengaruhi Pilpres 2019

Elektabilitas Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, berdasarkan riset beberapa lembaga survei cenderung stagnan. Bahkan menurun, seperti gambaran Indo Barometer dan Litbang Kompas yang merilis hasil surveinya kemarin.

2019-03-22 19:55:46
Capres Jokowi
Advertisement

Elektabilitas Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, berdasarkan riset beberapa lembaga survei cenderung stagnan. Bahkan menurun, seperti gambaran Indo Barometer dan Litbang Kompas yang merilis hasil surveinya kemarin.

Namun, kata Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf untuk wilayah Jawa Timur, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 17 April 2019 tidak tergantung hasil survei.

Apalagi hasil survei Litbang Kompas yang melibatkan 2.000 responden di 34 provinsi se-Indonesia. Kata Machfud, jumlah itu belum mencerminkan seluruh pemilih.

Advertisement

"Rasanya di rata-rata, 2.000 responden dibagi 34 provinsi, itu 58 (responden) untuk satu provinsi," kata Machfud di kantor, Jalan Basuki Rahmat, Jumat (22/3) sore.

Menurut Machfud, jika 58 responden hanya satu provinsi, maka kalau di Jawa Timur yang terdiri dari 38 kabupaten/kota, jumlah respondennya di bawah 2 persen. "(Responden) satu koma, dua enggak nyampek, kira-kira begitu, bisa enggak itu menggambarkan suara Jatim?" cibirnya.

Jadi, lanjutnya, hasil survei belum bisa dijadikan acuan menentukan kemenangan dalam politik elektoral. "Gak ada pengaruhnya! Salah satu daripada survei adalah (Litbang) Kompas," tegasnya lagi.

Advertisement

Seperti diketahui, pada survei Litbang Kompas yang dirilis hari Selasa (19/3) lalu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di angka 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi di kisaran 37,4 persen.

Sementara Indo Barometer yang merilis dua hari berikutnya, elektabilitas Paslon 01 sedikit lebih baik, 50,2 persen. Sedangkan Paslon 02 mendapat 28,9 persen. "Biasa saja! Itu tambah membuat kita semangat untuk memacu mengoptimalkan pemenangan Pak Jokowi," tegasnya.

Jika hasil survei tinggi, katanya tidak ada tantangan, "Tidak tersentak, tidak kaget begitu. Kita dapat hasil survei daripada Kompas, ya kita harus memacu kita," dalihnya.

Selebihnya, Machfud berharap, seluruh partai koalisi ikut bahu-membahu mensukseskan kemenangan Jokowi-Makruf di 17 April mendatang. "Para Caleg juga demikian, para relawan, para tokoh masyarakat, atau apa, ayo kita bergandeng renteng mengoptimalkan, bagaimana mengoptimalkan pemenangan Pak Jokowi," imbaunya.

Terkait Jawa Timur, Machfud menyebut, hasil surveinya masih bagus. Jokowi-Ma'ruf masih leading. Beberapa daerah, seperti Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Madura yang di 2014 lalu memenangkan Prabowo, kini sudah berbalik arah. "Sekarang sudah, insya Allah sudah ke Pak Jokowi," klaim Machfud.

Baca juga:
Relawan di Jatim Diingatkan Tak Catut Nama Jokowi Hanya Demi Tarik Massa
Baca Perilaku Pemilih, TKN Yakin Suara Swing Voters Lari ke Jokowi-Ma'ruf
Jokowi akan Awali Kampanye Terbuka dari Kota Tangerang
Ma'ruf Amin dan Menu Favorit Ikan Selama Safari Keliling Indonesia
Politikus PDIP: Senjata Pamungkas Jokowi Jika Ingin Menang Adalah Blusukan
Jokowi Janji Datang Lagi ke NTB: Jangan Ragu Kalau Kita Ingin Selesaikan Ini

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.