Kuasa Hukum sebut sketsa paling mirip penyerang Novel justru tak dipublikasikan
Menurut Haris, setidaknya ada dua kejanggalan yang ditemukan pihaknya. Yakni terkait CCTV dan sketsa wajah terduga pelaku teror.
Kuasa Hukum Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Haris Azhar membeberkan penemuan pihaknya terkait kejanggalan pengungkapan kasus penyerangan air keras dilakukan kepolisian.
Menurut Haris, setidaknya ada dua kejanggalan yang ditemukan pihaknya. Yakni terkait CCTV dan sketsa wajah terduga pelaku teror.
"CCTV itu sebetulnya, ada sejumlah CCTV yang belum diambil oleh kepolisian. Diidentifikasi sudah, tapi ada beberapa yang belum diambil," ujar dia di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (11/4).
Sementara, terkait sketsa, Haris menyebutkan sketsa yang justru lebih mirip ke pelaku penyerangan justru tidak dipublikasikan oleh polisi ke publik.
"Soal sketsa, yang membuat bukan satu orang. Tapi menariknya, kami menemukan informasi sketsa yang paling mirip menurut saksi yang justru tidak dipublikasikan oleh kepolisian," kata dia.
Hal tersebut dia katakan berdasarkan pengakuan dari para saksi yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polri.
"Mereka adalah sejumlah saksi yang punya memori cukup baik yang mengingat adanya orang yang secara mencurigakan intens mengintai rumah dan aktivitas Novel," terang dia.
Haris Azhar bersama Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK menggelar aksi di depan Istana Merdeka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) pengungkapan kasus teror Novel. Aksi digelar hari ini tepat satu tahun Novel diserang.
Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Kasus penyiraman air keras belum terungkap, Novel Baswedan kecewa berat pada polisi
Jika bentuk TGPF kasus Novel dinilai jadi bukti Jokowi pro keadilan
Menkumham soal kasus air Novel: Kasih kepercayaan pada Polri
Begini tanggapan Polri soal desakan TGPF kasus air keras Novel
Soal penyiram Novel, Polri ngaku sudah minta dukcapil cari wajah mirip sketsa pelaku
Dapat banyak kritik soal tangani kasus Novel, ini jawaban polisi
Kasus penyerangan Novel genap setahun, Wapres JK desak polisi cepat tangkap pelaku