LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kuasa hukum sebut relawan merah putih bungkam Komariah soal anaknya tewas di Monas

Fayyad menceritakan, kedatangan pria itu awalnya untuk menyampaikan bela sungkawa kepada Komariah. Pihak relawan menyampaikan duka cita sambil memberikan uang Rp 5 juta dalam amplop. Komariah sempat diminta agar tak menceritakan peristiwa kematian MRS.

2018-05-04 18:40:20
Pembagian Sembako di Monas
Advertisement

Muhammad Fayyad, kuasa hukum Komariah (49) mengatakan, kliennya sempat diminta agar tak menceritakan peristiwa kematian MRS (10) dalam pembagian sembako di Monas beberapa waktu lalu. Dia menyebut nama Joe dari Relawan Merah Putih. Pria itu disebut-sebut mendatangi rumah Komariah.

"Iya memang ada yang datang atas nama Joe dari Relawan Merah Putih menyampaikan tolong agar jangan menceritakan kronologis kejadian ke siapapun," kata Fayyadh saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat (4/5).

Fayyad menceritakan, kedatangan pria itu awalnya untuk menyampaikan bela sungkawa kepada Komariah. Para relawan itu datang pada Senin (30/4).

Advertisement

"Pada saat datang si pihak relawan menyampaikan duka cita, sambil ada disampaikan memberikan sesuatu uang Rp 5 juta dalam bentuk amplop sudah disobek kepada ibu Komariah atas bela sungkawa. Memang penyampaian bahwa tolong agar jangan disampaikan ke siapapun dan ke media," jelasnya.

Sampai saat ini, pihaknya pun belum mengetahui alasan atau motif para relawan minta kepada pihak keluarga agar 'bungkam' atas kematian MRS. Namun dia yakin masyarakat bisa tahu tujuan relawan menutup mulut Komariah.

"Karena ini sudah rahasia umum di media sudah tersebar relawan merah putih meminta jangan buka kronologisnya. Jadi kalau tidak saya sampaikan rekan media sudah tahu," ucapnya.

Advertisement

Sampai saat ini dia belum melakukan komunikasi secara langsung kepada pihak yang memberi uang kepada Komariah. Dia juga belum mengklarifikasi maksud permintaan mereka pada Komariah agar tak menceritakan kejadian itu pada orang lain.

"Sampai sekarang belum ada komunikasi (dengan pihak Relawan Merah Putih) soal itu (tak boleh cerita kejadian). Karena saat itu, cuma Komariah sama Adi (kakak korban) saja yang ada. Jadi dia iya-iya aja," ucapnya.

Tudingan acara bagi-bagi sembako sebagai kampanye terselubung yang dilaksanakan Forum Untukmu Indonesia (FUI) di kawasan Monas pada Sabtu (28/4) lalu dibantah oleh ketua panitia David Revano Santosa. Pria yang akrab disapa Dave ini menegaskan, acara itu murni kegiatan sosial dan tidak terkait partai politik tertentu.

Dave juga menegaskan, pihaknya sama sekali tidak terkait dengan relawan Jokowi dan PDIP, sebagaimana banyak dituding banyak akun tak bertanggung jawab di media sosial. Bahkan, dia juga tidak mengenal politisi PDIP Charles Honoris yang difitnah di media sosial sebagai sponsor acara.

"Saya sempat lihat (unggahannya di media sosial). Saya sama Pak Charles saja enggak kenal," tegas Dave yang dihubungi wartawan, Selasa (1/5).

Baca juga:
Kuasa hukum FUI penuhi panggilan KPAI terkait sembako maut
Selidiki kematian dua bocah, KPAI panggil panitia pembagian sembako di Monas
Selidiki kasus kematian bocah di Monas, polisi akan periksa Sandiaga
Sandiaga sebut Dave Sentosa bukan relawan OK OCE
Bareskrim pastikan serius usut kasus sembako maut di Monas

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.