Kronologi sumur minyak di Aceh Timur meledak
Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sekira pukul 00.00 Wib sumur mengalami kelebihan produksi hasil minyak mentah di kedalaman pengeboran sekitar 250 meter.
Ledakan terjadi di dapur pengeboran minyak mentah di jalan pendidikan dusun kamar dingin Desa Pasir Putih Ranto Panjang Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (25/4) sekira pukul 04.00 Wib.
Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sekira pukul 00.00 Wib sumur mengalami kelebihan produksi hasil minyak mentah di kedalaman pengeboran sekitar 250 meter.
"Akibat kelebihan produksi (nembak minyak) tersebut banyak masyarakat yang melakukan pengumpulan minyak di sekitar sumur bor tersebut untuk dikumpulkan ke dalam drum (tempat penampungan minyak)," jelas Sutopo.
Kemudian, pukul 01.30 Wib tiba-tiba muncul percikan api disekitar lokasi sumur bor tersebut, yang seketika langsung menyambar di seputaran lokasi pengeboran dan penampungan minyak.
"Semburan api yang besar mengakibatkan puluhan orang yang berada disekitar lokasi mengalami kebakaran dan diperkirakan korban tidak sempat menyelamatkan diri pada saat kejadian," sambungnya.
Selanjutnya, pukul 02.30 Wib 2 (dua) unit mobil pemadam kebakaran dari wilayah Peureulak tiba di lokasi kejadian membantu untuk memadamkan semburan api.
Hingga pukul 07.20 Wib api belum bisa dipadamkan.
Baca juga:
Sumur minyak di Aceh meledak tewaskan 10 orang
Direktur Hulu tegaskan sumur minyak di Aceh meledak bukan milik Pertamina
Sumur terbakar di Aceh akibat pengeboran ilegal
4 Korban tewas sumur minyak meledak di Aceh Timur belum teridentifikasi
Api sumur minyak meledak di Aceh Timur hingga kini belum padam