Kronologi Lengkap Tragedi Pelatih Valencia CF dan 3 Anaknya Tenggelam di Labuan Bajo
Kecelakaan yang sangat menyedihkan terjadi pada pelatih Valencia CF, Fernando Martín, bersama tiga anaknya di Labuan Bajo.
Dunia sepak bola berduka atas kejadian tragis yang menimpa Fernando Martn Carreras, pelatih tim putri Valencia CF Femenino B, beserta tiga anaknya. Mereka menjadi korban dalam kecelakaan kapal yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, NTT. Insiden memilukan ini terjadi saat keluarga tersebut sedang menikmati liburan akhir tahun. Peristiwa malang ini berlangsung pada Jumat malam, 26 Desember 2025, di sekitar perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.
Kapal wisata KM Putri Sakinah yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin dan dihantam ombak besar. Dari total sebelas orang yang berada di kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan, termasuk istri Fernando, Andrea Ortuno, dan putri bungsu mereka yang berusia tujuh tahun, Mar. Sayangnya, Fernando Martn dan ketiga anaknya, Elia (12), Kike (10), dan Mateo (9), tidak dapat diselamatkan.
Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai kronologi tenggelamnya pelatih Valencia CF dan tiga anaknya di Labuan Bajo, yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Minggu (28/12/2025).
Identitas Korban dan Rincian Kecelakaan
Dalam insiden tragis ini, Fernando Martn Carreras, seorang pelatih yang sangat berdedikasi untuk tim putri Valencia CF Femenino B, menjadi salah satu korban yang meninggal. Bersama dengannya, tiga anaknya yang masih kecil juga turut menjadi korban, yaitu Elia yang berusia 12 tahun, Kike yang berusia 10 tahun, dan Mateo yang berusia 9 tahun. Otoritas setempat telah mengonfirmasi nama-nama anak yang diperkirakan terjebak di dalam kabin saat kapal tenggelam, yaitu Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier.
Istri Fernando, Andrea Ortuno, dan putri bungsu mereka, Mar Martinez Ortuno yang berusia tujuh tahun, berhasil selamat dari musibah ini. Mereka dievakuasi bersama dengan kru kapal dan pemandu wisata dalam situasi yang sangat mendesak.
Kapal wisata KM Putri Sakinah membawa total 11 orang, terdiri dari enam wisatawan asing yang merupakan keluarga Fernando Martin, empat anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu wisata. Dalam operasi penyelamatan yang berlangsung cepat, total tujuh orang berhasil diselamatkan.
Tragedi Malam di Perairan Pulau Padar
Kecelakaan kapal terjadi pada malam Jumat, 26 Desember 2025, di perairan Selat Pulau Padar, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Pada malam itu, kapal wisata KM Putri Sakinah berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sekitar pukul 20.00 WITA.
Sekitar pukul 20.30 WITA hingga 21.00 WITA, kapal tersebut mengalami masalah serius, yaitu mati mesin di tengah laut. Situasi ini semakin memburuk akibat gelombang laut yang cukup tinggi, yang mencapai lebih dari dua meter, sehingga menyebabkan kapal terbalik dan akhirnya tenggelam.
Penyebab yang Mengakibatkan Tragedi dan Ombak Besar
Penyebab utama tenggelamnya kapal pinisi KM Putri Sakinah adalah kombinasi antara mati mesin dan hantaman gelombang yang tinggi. Menurut keterangan dari Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, faktor cuaca menjadi penyebab utama terjadinya tragedi ini.
Gelombang tinggi yang muncul secara mendadak, yang dikenal dengan istilah swell, mencapai ketinggian antara 2 hingga 3 meter di lokasi kejadian. Kondisi gelombang yang tiba-tiba meninggi ini membuat kapal kehilangan kendali setelah mengalami kerusakan mesin. Gelombang ekstrem tersebut menyebabkan kapal terbalik dengan cepat, sehingga memberikan sedikit waktu bagi para penumpang untuk menyelamatkan diri.
Dunia Sepak Bola Berduka
Kabar duka ini cepat menyebar dan memicu reaksi simpati dari seluruh komunitas sepak bola. Valencia CF, klub di mana Fernando Martn mengabdikan diri sebagai pelatih, mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian Fernando dan ketiga anaknya. Melalui pernyataan resmi, klub menyampaikan rasa belasungkawa yang tulus serta dukungan penuh kepada keluarga, sahabat, dan seluruh rekan di Valencia CF. Selain itu, klub besar Spanyol lainnya, Real Madrid, juga ikut menyampaikan rasa belasungkawa atas tragedi yang memilukan ini.
Proses pencarian korban masih berlangsung dan dilakukan oleh tim SAR gabungan. Mereka fokus untuk menyisir perairan sekitar Pulau Padar guna memastikan tidak ada lagi korban yang belum ditemukan.