Kronologi Ambruknya Atap Gedung SD di Pasuruan yang Tewaskan Dua Orang
Pagi tadi aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut berlangsung normal. Sekitar pukul 07.00 WIB, siswa kelas 2A dan 2B melaksanakan aktivitas belajar mengajar di kelas. Pukul 08.30 WIB, tiba-tiba atap empat ruang kelas ambruk. Yakni kelas 2A, 2B, 5A, dan 5B.
Dua orang tewas dalam peristiwa ambruknya atap SDN Gentong 1 di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (5/11). Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera menceritakan kronologi peristiwa yang juga membuat 11 siswa luka-luka itu.
Pagi tadi aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut berlangsung normal. Sekitar pukul 07.00 WIB, siswa kelas 2A dan 2B melaksanakan aktivitas belajar mengajar di kelas. Sementara kelas 5A dan 5B mengikuti kegiatan olahraga, meski ada sebagian siswa yang tidak ikut keluar kelas.
Pukul 08.30 WIB, tiba-tiba atap empat ruang kelas ambruk. Yakni kelas 2A, 2B, 5A, dan 5B. "Sehingga mengenai siswa dan guru pengajar yang sedang melaksanakan aktivitas belajar mengajar," jelas Barung saat dihubungi Liputan6.com.
Kejadian itu lantas mendapat penanganan cepat dari warga dan pihak kepolisian. Pukul 09.00 WIB, korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Suedarsono dan RS Medika, Kota Pasuruan.
"Diduga atap penahan dari galvalum, tidak kuat menahan beban," tutur Barung
"Kita baru olah TKP," Barung menandaskan.
Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Atap SD di Pasuruan yang Tewaskan Dua Orang
Atap Kelas Bangunan SD di Pasuruan Ambruk, Dua Orang Meninggal dan 11 Siswa Luka
Potret Miris Pendidikan Indonesia, di Sekitar Ibu Kota Banyak Sekolah Rusak
Siswa Belajar di Lantai, Lebak Masih Kekurangan 591 Ruang Kelas
Miris, Siswa SDN di Lebak Belajar di Lantai Beralas Karpet Tanpa Meja & Kursi
Atap Sekolah Ambruk, Siswa TK Pegayon Bekasi Belajar di Teras