LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

KRI Oswald tembak kapal pencuri ikan berbendera China di Natuna

Tembakan peringatan tidak diindahkan, bahkan kapal bergerak zig zag. Hingga akhirnya KRI menembak anjungan.

2016-05-29 14:07:52
Kapal Asing
Advertisement

Ketahuan mencuri ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau, kapal berbedera China, Gui Bei Yu 27088 terpaksa ditembak KRI Oswald Siahaan-354. Awalnya Gui Bei Yu berusaha kabur dari kejaran KRI. Sesuai prosedur, KRI berusaha menghentikan kapal tersebut mulai dengan peringatan melalui kontak radio, pengeras suara, dan tembakan peringatan ke udara bahkan ke kanan dan kiri kapal.

"Peringatan tembakan kanan dan kiri haluan juga tidak diindahkan, bahkan kapal ikan tersebut melakukan gerakan zig zag dan akhirnya tindakan paling keras dilakukan yaitu tembakan ke anjungan," kata Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama S Irawan di Tanjung Pinang, Minggu (29/5). Demikian tulis Antara.

Delapan anak buah kapal Gui Bei Yu kini sudah diamankan aparat. Penangkapan itu, lanjut Irawan, berlangsung dramatis karena dibayang-bayangi oleh Kapal China Coast Guard, Jumat (27/5).

Irawan menceritakan, peristiwa berawal pada pukul 13.30 WIB KRI Oswald Siahaan-354 jenis frigate berpatroli mengamankan wilayah perairan NKRI di Natuna dan radarnya menangkap ada gerakan kapal asing.

Selanjutnya Komandan KRI Oswald Siahaan-354 Kolonel Laut (P) I Gung Putu Alit Jaya memerintahkan perwira jaga KRI untuk mendekati kontak radar tersebut. Kemudian pada jarak 6 NM dari kontak pengawas melaporkan indentifikasi dan visualisasi teropong merupakan kapal ikan.

Mengetahui kehadiran KRI Oswald Siahaan-354 pada jarak 5 NM, mendadak kapal ikan Gui Bei Yu mengubah haluan dan menambah kecepatan hingga dikejar. Putu memerintahkan kesiagaan anggota "peran tempur bahaya umum".

"Kehadiran unsur-unsur KRI Koarmabar di perairan tersebut semata-mata mengamankan kedaulatan, dan menunjukkan kepada dunia bahwa wilayah tersebut Natuna merupakan wilayah NKRI. Di samping itu juga bertujuan untuk penegakan hukum di laut," tegasnya.

Baca juga:
Seskab sebut sengketa kapal nelayan China di Natuna sudah selesai
Menteri Susi sebut 3 ABK KM Kway Fey jadi tersangka
Menteri Susi yakin China serahkan KM Kway Fey 10078
Malaysia bersumpah usir kapal China jika nekat masuk lagi ke lautnya
Mencuri ikan, pemerintah terus proses hukum 8 ABK Kway Fee
MPR minta TNI AL tak takut hadapi China terkait penjagaan di Natuna

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.