KPU Akui Ada Kesalahan saat Input Data
KPU Akui Ada Kelalaian saat Input Data. Dia memastikan KPU akan melakukan upaya perbaikan jika ada kesalahan data dan akan melakukan pengecekkan terhadap data-data dari masing-masing provinsi yang telah dimasukkan di sistem hitung KPU.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Pramono Ubaid Tanthowi mengakui, pihaknya telah salah menginput data karena adanya kelalaian dari petugas. Kesalahan input data yang viral di media sosial itu bukan karena diretas oleh pihak manapun.
"Kita pastikan itu sama sekali bukan karena serangan hack atau serangan siber, itu betul-betul semata-mata kesalahan entri yang kami sangat terbuka untuk melakukan koreksi," kata Pramono di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).
Dia memastikan KPU akan melakukan upaya perbaikan jika ada kesalahan data dan akan melakukan pengecekan terhadap data-data dari masing-masing provinsi yang telah dimasukkan di sistem hitung KPU.
"Jadi nanti kalau ada yang keliru, itu langsung di kita informasikan di daerah setempat kemudian di daerah setempat yang akan melakukan seleksi, mereka scan, upload dan entri data situng itu tersebar di KPU Kabupaten Kota, bukan dilaksanakan oleh KPU RI," ujarnya.
"Sehingga informasi kekeliruan atau ketidakakuratan itu nanti masuk di kita, itu langsung kita teruskan ke kpu masing-masing untuk dilakukan koreksi di tempatnya sana," sambungnya.
Pramono meminta kepada masyarakat agar tak terpaku pada hasil situng KPU. Karena, situng KPU hanya untuk transparansi kepada publik dan tak ada kaitannya pada penetapan hasil akhir pemilu nanti.
"Jadi situng betul-betul hanya untuk kepentingan publikasi, sama sekali tidak ada kaitannya atau mempengaruhi penetapan hasil pemilu," pungkasnya.
Baca juga:
Suara Jokowi Naik 100 dari C1 di TPS 05 Batang Tura Sirumambe di Situng KPU
Kasus Salah Input Suara, Prabowo-Sandi akan Laporkan KPU ke DKPP dan Polisi
KPU Akui Belum Ada Kemajuan soal Pemilu Susulan di Sydney dan Malaysia
Mahfud Minta 2 Kubu Capres Tunggu Hasil Resmi KPU dan Tak Klaim Kemenangan
KPU Beri Santunan Petugas KPPS Meninggal: Mereka Pahlawan Demokrasi