LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

KPK tak akan desak polisi segera tuntaskan kasus Novel

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan. KPK menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus itu ke polisi.

2017-04-26 21:10:15
Novel Baswedan disiram air keras
Advertisement

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan. KPK menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus itu ke polisi.

"Kami (KPK) mempercayai sepenuhnya kepada kepolisian untuk menginvestigasi kasus ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Rabu (26/4).

Dia menegaskan bahwa bukan hanya KPK, keluarga Novel Baswedan sudah berharap bahwa kasus ini diungkap secara detail oleh aparat kepolisian. Sampai saat ini polisi masih memburu para pelaku.

"Kami tidak akan mendesak kepolisian untuk lebih cepat mengusut kasus ini, tapi kami selalu berharap segera mengungkap masalahnya. Menurut kami polisi sudah profesional dan menjalankan tugasnya sesuai SOP. Saya kira polisi sudah biasa menangani kasus seperti ini," tutup Febri.

Setelah mendapatkan perawatan intensif di Jakarta Eye Center, Novel Baswedan dirujuk ke Rumah Sakit di Singapura. Novel keluar dari Jakarta Eye Center sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (12/4). Sebelum dirawat di Jakarta Eye Center, Kasatgas kasus e-KTP terlebih dahulu mendapatkan perawatan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Hingga saat ini polisi masih mencari dua pelaku penyerangan Novel. Polisi mendapatkan barang bukti berupa cangkir sebagai wadah untuk menyimpan air keras dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Teror terhadap Novel ini bukanlah yang pertama terjadi. Dia sudah beberapa kali mendapatkan teror antara lain ditabrak mobil saat menuju ke KPK ketika mengendarai motor pada 2016, kriminalisasi dengan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan di Bengkulu (2015), hingga diserang kelompok pendukung Amran Batalipu hingga motornya ringsek pada 2012.

Baca juga:
Cegah penyiraman Novel terulang, Polri minta ada Perda terkait CCTV
Polri terus bertukar informasi dengan KPK terkait kasus Novel
Wakapolri mengaku sudah minta Kapolda Metro ungkap cepat kasus Novel
Polisi selidiki motor digunakan penyiram air keras Novel Baswedan
Aksi mahasiswa desak kasus Novel Baswedan segera diusut tuntas
Novel Baswedan minta pengawal pulang sebelum disiram air keras

Advertisement
(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.