KPK sita mobil operasional di rumah dinas Bupati Klaten
KPK juga juga menyita sebuah mobil operasional Toyota Kijang Innova berplat merah AD 100 C. Mobil tersebut saat ini masih ada di rumah dinas bupati. Mobil itu digunakan untuk operasional bupati sehari-hari.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten, Sri Hartini atas dugaan suap mutasi jabatan. Uang senilai Rp 2 miliar diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Selain mengamankan bupati dan sejumlah pejabat, KPK juga juga menyita sebuah mobil operasional Toyota Kijang Innova berplat merah AD 100 C.
"Mobil tersebut saat ini masih ada di rumah dinas bupati. Itu digunakan untuk operasional sehari-hari,"'ujar Moch Isnaeni, staf Humas Pemkab Klaten, Jumat (30/12).
Ruang kerja Bupati Sri di gedung Pemkab Klaten Jalan Pemuda Selatan, disegel KPK. Tak hanya ruang dinas bupati, ruang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sartiyasno juga ikut disegel.
Sementara itu pantauan di rumah dinas bupati di Jalan Pemuda juga nampak sepi. Pintu gerbang pagar rumah dikunci. Demikian juga rumah pribadi yang ada di Jalan Pakis-Baki juga sepi. Pintu pagar berwarna hijau dari rumah berlantai dua tersebut juga ditutup rapat.
Sejumlah warga sekitar yang ditemui merdeka.com tak mengetahui jika bupati ditangkap KPK pagi ini.
Baca juga:
Mendagri ikut merasa bersalah saat Bupati Klaten ditangkap KPK
Ditangkap KPK karena kasus suap, Bupati Klaten dipecat PDIP
Bupati Klaten ditangkap, Ganjar minta KPK 'buka cabang' di daerah
Selain Bupati, KPK juga amankan 2 pejabat Diknas Klaten
Ruang kerja bupati dan BKD Klaten disegel KPK
Sekda Klaten tak tahu Bupati Sri Hartini diciduk KPK
Beberapa orang ikut diamankan dalam OTT Bupati Klaten