KPK minta jangan pilih calon kepala daerah tak jujur soal LHKPN
Menurutnya, LHKPN diperlukan untuk untuk menunjukkan transparansi para calon kepala daerah. Soal kebenaran data kekayaan, dirinya menyerahkan ke publik untuk melakukan pengawasan.
Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mohammad Tsani Annafari, meminta masyarakat turut mengawasi kekayaan calon kepala daerah. Salah satu bentuk pengawasan tersebut dengan mencermati Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Menurutnya, LHKPN diperlukan untuk untuk menunjukkan transparansi para calon kepala daerah. Soal kebenaran data kekayaan, dirinya menyerahkan ke publik untuk melakukan pengawasan.
"Kalau gak jujur, maka jangan dipilih. Kalau itu sudah dideklair dan jika itu salah, maka menjadi kebohongan publik," ujar Tsani, dalam Pembekalan Anti Korupsi dan Pengumuman LHKPN Calon Kepala Daerah di Hotel Quest Semarang, Rabu (8/5).
Dalam LHKPN calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah diketahui Ida Fauziyah menjadi kandidat terkaya.
"Kekayaan Ida mencapai Rp 19,8 miliar. Kekayaan Ida naik signifikan bahkan empat kali lipat dari harta yang dilaporkan terakhir pada 23 Oktober 2014. Kala itu, harta Ida tercatat sebanyak Rp 5.061.599.605," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Joko Purnomo.
Joko juga menyampaikan harta calon Gubenur Sudirman Said sebesar Rp 4,6 miliar. Harta Sudirman juga naik dari laporan LHKPN terakhir pada 6 Oktober 2016. Kala itu, ia memiliki harta sebesar Rp 3.813.472.050.
Sementara itu, harta pasangan nomor urut 1 jauh di bawah penantangnya. Ganjar Pranowo hanya mengantongi kekayaan sebesar Rp 6,7 miliar. Jumlah itu naik dibanding laporan LHKPN terakhir yang dilakukan 2014 lalu.
"Kala itu, Ganjar memiliki harta sebanyak 3.793.595.672. Harta Pak Ganjar total Rp 6,7 miliar," ujar Joko.
Sementara wakilnya, Taj Yasin dideklarasikan mempunyai harta Rp 3,06 miliar.
Baca juga:
26 Warga tolak pembangunan bandara golput di Pilkada Kulon Progo
Anggota Linmas cantik ini sukses curi perhatian di Pilkada Cilacap
Calon petahana Pilkada Kulon Progo menang telak versi hitung cepat
Bawa undangan pencoblosan bukan miliknya, 40 warga diperiksa polisi
Anak Cawabup Jayapura ditangkap diduga terkait politik uang
Kotak suara dibawa lari orang, pencoblosan di Puncak Jaya ditunda
Petahana unggul di TPS Valentine, jago PDIP menang di Keraton Yogya