LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

KPK malas komentar manuver Pansus angket di DPR

KPK malas komentar manuver Pansus angket di DPR. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak mengomentari tindak tanduk Pansus angket KPK di DPR. KPK menganggap banyak pekerja yang lebih penting dipikirkan ketimbang manuver Pansus angket KPK.

2017-08-28 20:59:43
KPK
Advertisement

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak mengomentari tindak tanduk Pansus angket KPK di DPR. KPK menganggap banyak pekerja yang lebih penting dipikirkan ketimbang manuver Pansus angket KPK.

"KPK tidak terlalu mengomentari pansus ya saya kira, karena kami punya sedang melakukan sejumlah pekerjaan juga, dan itu cukup perlu mendapatkan prioritas dari KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (28/8).

KPK masih terus menjalankan tugasnya dan tak terlalu menanggapi soal tujuan pansus. "Jadi kami akan lebih fokus pada hal-hal yang terkait dengan kewenangan KPK," kata Febri.

Diketahui sebelumnya, Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai, kinerja Panitia khusus (Pansus) angket DPR untuk Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan aktivitas yang tidak relevan.

Koordinator Divisi korupsi Politik, Donal Fariz mengatakan, sejak Pansus bekerja dari 30 Mei hingga 22 Agustus 2017, ICW mencatat 12 dari 16 aktivitas tidak sesuai dengan empat tujuan pansus yang dibacakan dalam paripurna.

"Contoh ada kunjungan ke kepolisian, dan Kejaksaan Agung, ke penjara Sukamiskin dan safe house KPK. Kalau kita lihat 16 aktivitas dengan materi objek angket tidak ada relevansinya sama sekali dengan 4 isu tujuan awal," kata Donal saat konferensi pers di kantor ICW, Jakarta, Minggu(27/8).

Menurutnya, tidak ada hubungan antara tugas pansus seperti yang disebutkan saat sidang paripurna pembentukan pansus dengan kunjungan yang diadakan ke kejaksaan, safehouse KPK maupun ke Lapas Sukamiskin. ICW menduga pansus bekerja tidak sesuai jalurnya, bahkan melebar.

"Patut diduga sengaja, bagian cara mencari-cari dan menemukan kesalahan KPK," ujarnya.

Hal ini terlihat saat pansus berkunjung ke Sukamiskin untuk menemui terpidana kasus korupsi. Pihaknya menilai, pansus menemui orang untuk meminta informasi secara subjektif kepada orang-orang terpilih untuk mencari kesalahan KPK.

"Sebagus apapun kerja KPK kalau yang diwawancarainya adalah koruptor pasti akan (dikatakan) jelek kerja KPK," pungkasnya.

Baca juga:
Ingin tahu perlindungan saksi kasus korupsi, Pansus Angket undang LPSK
KPK belum pernah koordinasi dengan LPSK soal perlindungan saksi
Politisi NasDem sindir ICW: LSM kok mau evaluasi Pansus angket KPK
LPSK sebut pelaku utama tak bisa jadi Justice Collaborator
Masinton sebut tudingan ICW ke Pansus tendensius dan tak ada yang terbukti
Pansus angket tantang KPK buka-bukaan

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.