KPK lakukan operasi penangkapan di Kendari atas laporan masyarakat
Turunnya tim KPK ke Kendari berdasarkan laporan dari masyarakat yang kemudian ditelusuri penyidik. Hal ini disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (28/2).
Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan mantan Wali Kota Kendari dua periode, Asrun diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejak Rabu (28/2) pagi tadi, keduanya diperiksa di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra).
Turunnya tim KPK ke Kendari berdasarkan laporan dari masyarakat yang kemudian ditelusuri penyidik. Hal ini disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (28/2).
"Benar ada kegiatan dalam proses penyelidikan yang dilakukan di Kendari sejak kemarin (Selasa) malam hingga hari ini. Tim melakukan kroscek dari informasi masyarakat yang kami dapatkan," terangnya.
Atas laporan yang diterima, KPK, kata Febri, perlu melakukan klarifikasi terhadap sejumlah orang di Kendari. Pihak yang diklarifikasi tim penyidik yaitu kepala daerah, swasta dan PNS.
"Informasi lebih lengkap akan disampaikan menyusul ya. Karena tim masih di lapangan," pungkasnya.
Baca juga:
Usai diperiksa KPK, penyuap Bupati Subang pamer senyuman
Ketua KPK akui ada operasi penangkapan di Kendari
Bupati Subang usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK
Ditangkap KPK, Bupati Subang merasa dijebak
KPK tegaskan OTT sebagai peringatan bagi calon kepala daerah petahana