KPK hadiahi sepeda buat warga berhasil bongkar pelaku teror Novel Baswedan
Novel Baswedan diserang dengan air keras pada Selasa, 11 April 2017. Peristiwa terjadi usai Novel menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Al Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang letaknya tidak jauh dari rumahnya.
Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memberikan satu unit sepeda untuk masyarakat yang bisa mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras pada Novel Baswedan. Hal ini lantaran sudah 16 bulan sejak kasus tersebut terjadi namun pelaku penyiraman tidak kunjung terungkap.
"Kami akan memberikan hadiah berupa sepeda dari Wadah Pegawai KPK ke rakyat Indonesia yang sanggup bongkar pelaku penyerangan Novel," kata Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (27/7).
Sepeda itu sempat dipamerkan di lobi KPK saat penyambutan kedatangan Novel Baswedan. Yudi juga menyampaikan nantinya sepeda tersebut akan terus berada di lobi KPK untuk bisa dilihat oleh masyarakat.
"Sepeda ini sebagai simbol bahwa kita tidak akan pernah berhenti untuk mendukung pengungkapan kasus Bang Novel," ucapnya.
Seperti diketahui, Novel hari ini kembali bekerja setelah 16 bulan fokus terhadap penyembuhan matanya yang disiram air keras oleh orang tak dikenal.
Novel Baswedan diserang dengan air keras pada Selasa, 11 April 2017. Peristiwa terjadi usai Novel menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Al Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang letaknya tidak jauh dari rumahnya.
Polisi masih terus mengusut kasus penyerangan terhadap Novel tersebut. Hingga kini, belum ditemukan siapa pelakunya.
Reporter: Lisza Egeham
Sumber : Liputan6.com
Baca juga:
Novel tuntut kasus terornya diungkap: Saya tetap bersuara dengan risiko apapun
Pimpinan KPK antusias menyambut Novel Baswedan
Kembali bertugas, Novel Baswedan disambut antusias pegawai KPK
Hari pertama ngantor, Novel Baswedan disambut pimpinan KPK
Gerindra tanyakan kasus Novel, PDIP ungkit kasus penculikan aktivis 1998
16 Bulan pengobatan setelah disiram air keras, Novel bakal ngantor lagi