LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

KPK Desak Polri Jadikan Kasus Novel Prioritas

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, sampai sekarang belum ada titik terang terkait pelaku penyerangan tersebut. KPK tetap berharap pengungkapan pelaku penyerangan perhatian pihak penegak hukum.

2018-12-14 13:16:12
Novel Baswedan disiram air keras
Advertisement

Terhitung hingga hari ini, sudah 611 hari kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan belum juga terungkap. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap penanganan kasus tersebut menjadi prioritas bagi Polri.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, sampai sekarang belum ada titik terang terkait pelaku penyerangan tersebut. KPK tetap berharap pengungkapan pelaku penyerangan perhatian pihak penegak hukum.

"Sampai hari ini belum ada titik terang kalau kita bicara apakah pelaku penyerangan itu ditemukan atau tidak. Jadi tentu kami dari KPK tetap berharap pengungkapan pelaku penyerangan ini menjadi perhatian dan prioritas Polri," katanya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (14/12).

Advertisement

Dia mengungkapkan, KPK sudah beberapa kali bertemu termasuk dengan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya. Presiden Joko Widodo sendiri juga telah memberikan perintah tegas terkait pengungkapan tersebut.

"Sudah ada perintah yang sangat tegas dari Presiden. Jadi Presiden Joko Widodo dulu di awal setelah 11 April 2017 juga sampai bicara cukup keras terkait kasus penyerangan ini," tegasnya.

"Meskipun sudah lewat 600 hari, atau tepatnya 611 hari, kami tetap berharap pelaku penyerangan itu ditemukan," tambah Febri.

Advertisement

Febri menjelaskan, pengungkapan kasus ini bukan hanya soal Novel Baswedan saja, tetapi tentang semua yakni usaha melawan teror-teror terhadap penegakkan kasus korupsi. Hal itu sebagai upaya pihak-pihak yang melemahkan pemberantasan korupsi.

"Ketika Novel tidak bisa bekerja ratusan hari, pasti ada implikasinya pada kasus yang ditangani tersebut. Risikonya hal ini berimplikasi pada penyelamatan pegawai KPK yang lain tentunya juga ada," terangnya.

Karena itu KPK melihat, pengungkapan penyerangan Novel bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Tapi untuk kepentingan pemberantasan korupsi di negeri ini.

"Kalau memang serius memberantas korupsi, tentu perlindungan dan pengungkapan penyerangan terhadap penegak hukum juga harus diungkap," katanya.

Febri sendiri mengaku tidak tahu kendala yang dihadapi oleh Polisi. Pihaknya juga merasa bukan pihak yang harus untuk hal tersebut.

"Saya belum tahu sampai saat ini. Lebih baik tentu pihak polri yang menjelaskan, kendala pengungkapan ini belum bisa dilakukan. Karena kewenangan penangan tidak pidana umum penyerangan terhadap Novel Baswedan ditangani oleh Polri," tutupnya.

Baca juga:
Bantah Tak Kooperatif, Novel Curiga Adrianus Punya Konflik Kepentingan
609 Hari Usai Teror Air Keras, Novel Tagih Ketegasan Jokowi agar Kasusnya Terungkap
Novel Baswedan Minta Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta
Polisi Pelajari Temuan Maladministrasi Kasus Novel Baswedan
KPK Bantah Ombudsman Soal Tudingan Sita Rekaman CCTV Rumah Novel Baswedan
Ombudsman Desak Polri Gelar Perkara Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.