KPAID Catat 26 Kasus Kekerasan terhadap Anak di Bogor, 30 Persen Pelecehan Seksual
Jumlah kekerasan terhadap anak di Kota Bogor mencapai 26 kasus sejak Januari hingga Agustus 2021. Sekitar 30 persen di antaranya merupakan pelecehan seksual.
Jumlah kekerasan terhadap anak di Kota Bogor mencapai 26 kasus sejak Januari hingga Agustus 2021. Sekitar 30 persen di antaranya merupakan pelecehan seksual.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor mencatat, terdapat 8 kasus pelecehan seksual terhadap anak di Bogor. Kasus lainnya berupa kekerasan verbal dan nonverbal.
"Bisa dikatakan 30 persen kekerasan anak di Kota Bogor sepanjang tahun ini adalah pelecehan seksual," jelas Ketua KPAID Kota Bogor Dudih Syiarudin, Selasa (13/9).
Kata dia, kasus kekerasan anak di Kota Bogor tidak pernah hilang sepenuhnya, justru berpotensi mengalami peningkatan. Hal ini harus menjadi perhatian Pemkot Bogor.
Menurutnya, efek dari pandemi Covid-19 tidak bisa dilepaskan begitu saja dari fenomena ini. "Masa pandemi ini kan membuat aktivitas banyak yang terpusat di rumah masing-masing, yang akhirnya berdampak pada beberapa kekerasan verbal. Karena mungkin orang tua capek, ngurus kerjaan, ngurus anak, ngurus tugasnya anak. Karena orang tua kini memiliki peran ganda," katanya.
Baca juga:
Polisi akan Autopsi Kakak Bocah yang Matanya Dicungkil Orang Tua
Tersinggung, Buruh Kebun Sawit di Indragiri Hulu Mutilasi Bocah 13 Tahun
LPSK Tawarkan Perlindungan Paman dan Bocah di Gowa yang Dicungkil Matanya
Orang Tua di Gowa Cungkil Mata Anaknya Diduga karena Berhalusinasi
Kemen PPPA Kecam Kekerasan Orang Tua ke Anak Untuk Pesugihan
Gubernur Sulsel Kirim Dokter Cek Kondisi Bocah yang Matanya Dicungkil Orang Tua