Korban pesawat Super Tucano terima ganti rugi Rp 1,5 miliar
Korban pesawat Super Tucano terima ganti rugi Rp 1,5 miliar. Korban kecelakaan pesawat tempur Super Tucano TT-3108 di Kota Malang, Jawa Timur, menerima uang ganti rugi. Mujianto, pemilik rumah yang dihujani pesawat buatan Brazil itu menerima ganti rugi sebesar Rp 1,5 miliar.
Korban kecelakaan pesawat tempur Super Tucano TT-3108 di Kota Malang, Jawa Timur, menerima uang ganti rugi. Mujianto, pemilik rumah yang dihujani pesawat buatan Brazil itu menerima ganti rugi sebesar Rp 1,5 miliar.
Kepala Penerangan Lapangan Udara (Lanud) Abdurachman Saleh Malang, Mayor Sus Hamdi Londong Allo mengatakan, nilai ganti rugi tersebut merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Setelah prosesnya cukup panjang akhirnya dilakukan penandatanganan akad pencairan.
"Ini bagian dari kesepakatan dan janji kita, TNI AU dan Pemprov Jawa Timur tentang kejadian jatuhnya Super Tucano yang menimpa pada 10 Februari 2016," kata Londong di rumah kontrakan Mujianto yang tidak jauh dari lokasi jatuhnya Super Tucano, Selasa (29/11).
Menurut Londong, nilai yang dibayarkan oleh TNI Angkatan Udara (AU) sebesar Rp 700 juta dan Pemprov Jawa Timur senilai Rp 800 juta. Angka tersebut jika dijumlahkan menjadi Rp 1,5 miliar.
Proses penandataganan akad pencairan dilakukan di rumah kontrakan Mujianto yang didampingi oleh kakak kandungnya, Suwoto.
Sementara dari pihak Lanud diwakili oleh Letkol Adm Bowo Astono (Kepala Pembedaharaan dan Kas), Mayor Adm Sugiyanto (mewakili Personel) dan Mayor Sus Setyo (Fasint) dan Mayor Sus Betharum (Hukum).
"Uang akan segera cair setelah secara administrasi dinyatakan selesai," tegas Londong.
Super Tucano TT-3108 jatuh menimpa rumah Mujianto pada 10 Februari 2016. Akibat kejadian tersebut Erna Widyaningtias, istrinya meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain istri Mujianto, salah seorang penghuni, Nurcholis juga menjadi korban meninggal dunia. Gugur dalam peristiwa tersebut penerbang TNI AU Mayor Pnb Ivy Safatillah dan Serma Syaiful Rahman.
Sementara Mujianto mengungkapkan, uang tersebut akan digunakan untuk membuat tempat tinggal baru. Rumah yang ditempati bersama anaknya saat ini, merupakan rumah kontrakan yang disediakan Lanud.
"Rumah ini dikontrakkan, tentunya akan pindah rumah. Akan bikin tempat tinggal baru," kata Mujianto.
Baca juga:
Tim MBA cek kursi pelontar Super Tucano di Lanud Abdul Rachman Saleh
Kekompakan TNI AU gotong royong cuci Super Tucano
TNI AU tak libatkan teknisi Brasil investigasi Super Tucano jatuh
Ini empat Super Tucano dari Brasil yang siap perkuat TNI AU
Super Tucano baru juga terkena dampak larangan terbang
Ini yang terjadi usai jatuhnya pesawat Super Tucano
Empat Super Tucano tiba dari Brazil, perkuat alutsista TNI AU