Korban pencabulan ketua asrama pondok pesantren di Samarinda jadi 8 orang
Korban pencabulan ketua asrama pondok pesantren di Samarinda jadi 8 orang. Awalnya, MF mengaku hanya mencabuli 7 anak, tak lain adalah adik santrinya sendiri. Namun, pengembangan kasus yang dilakukan kepolisian berkata lain. Orang tua Na, diduga korban cabul kedelapan, Selasa (7/11) malam kemarin.
Korban pencabulan yang diduga dilakukan ketua asrama sebuah pondok pesantren di Samarinda, Kalimantan Timur, MF (17), bertambah jadi 8 orang, yang kesemuanya anak laki-laki di bawah umur. Diduga, korban mengalami luka di bagian duburnya.
Awalnya, MF mengaku hanya mencabuli 7 anak, tak lain adalah adik santrinya sendiri. Namun, pengembangan kasus yang dilakukan kepolisian berkata lain. Orang tua Na, diduga korban cabul kedelapan, Selasa (7/11) malam kemarin.
"Bertambah 1 orang korban. Orangtuanya yang keberatan melapor ke kami malam tadi," kata Kanit Reskrim Polsekta SungaI Kunjang Ipda Suyatno, kepada wartawan, Rabu (8/11).
Dengan begitu, dari laporan ke kepolisian, dipastikan ada 2 orang anak santri ponpes yang diduga menjadi korban cabul MF, kakak kelas santri yang ketua asrama.
Keterangan diperoleh, korban kedua yang melapor, Na, hari ini dibawa ke rumah sakit, untuk menjalani visum. Diduga, ditemukan luka di bagian dubur korban.
"Kita mintakan visum ke rumah sakit, untuk memperkuat penyidikan dan penyelidikan ya," ujar Suyatno.
"Selain melengkapi saksi-saksi, kita juga menunggu kemungkinan adanya korban lain, yang datang melapor ke kita. Tentunya, keberatan disampaikan oleh orangtua ya," tukasnya.
Sementara terhadap tersangka, hari ini, kepolisian melakukan konsultasi hukum bersama dengan pihak terkait, lantaran tersangka sendiri, juga masuk dalam kategori usia di bawah umur.
"Kita lakukan penelitian kemasyarakatan, karena tersangka sendiri masih di bawah umur," kata Suyatno.
Diketahui, MF dilaporkan orangtua adik santrinya, lantaran diduga telah mencabuli sejumlah santri, mulai 9 Oktober 2017 lalu. Kasus itu terbongkar, setelah salah seorang santri korban, memilih keluar dari pondok pesantren, lantaran takut bertemu MF.
Setelah dibujuk, santri bersangkutan akhirnya masuk ponpes kembali, namun mengadukan perbuatan MF. Tak lama, 2 hari lalu, MF diamankan kepolisian. Kepada penyidik, dia mengaku ada 7 orang adik santri jadi korbannya, yang dia lakukan di kamar, saat pesantren sepi.
Baca juga:
Ketua asrama pondok pesantren di Samarinda ditangkap usai cabuli 7 adik kelas
Ditinggal istri keluar rumah, guru mengaji cabuli murid di kamarnya
Ketua asrama pondok pesantren di Samarinda ditangkap usai cabuli 7 adik kelas
Dalih kenalkan pacar, pria ini perkosa siswi SMP di kuburan
Pemuda putus sekolah bawa kabur dan cabuli siswi SMP selama 2 hari
Pulang sembahyang, gadis 14 tahun di Bali diduga dicabuli Kakek Dalang
Kerap menonton film porno, remaja di Pekalongan cabuli 7 anak tetangga