Korban gempa Lombok keluhkan kekurangan bantuan terpal dan selimut
Warga korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sampai sekarang tetap mengharapkan adanya bantuan terpal dan selimut untuk beristirahat pada malam hari.
Warga korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sampai sekarang tetap mengharapkan adanya bantuan terpal dan selimut untuk beristirahat pada malam hari.
Dari data relawan LSM Garda Cakra Indonesia (GCI) yang dihimpun Antara, Sabtu, menyebutkan kebutuhan yang diminta oleh para pengungsi masih pada terpal dan selimut.
Seperti Desa Tamansari, Kecamatan Gunung Dari, Lombok barat: terpal dan selimut, Desa Mekar Bersatu, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah: terpal dan selimut, Dusun Kebun Belek Desa Bujak Kec Batukliang butuh beras, terpal/tenda, selimut, obat-obatan.
Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara, butuh terpal, selimut dan sandang-pangan, Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara, butuh: terpal dan selimut, serta Desa Aik Berik Barat Kec. Batukliang Utara, butuh terpal dan selimut.
"Itu data sementara dari organisasi kami dan masih dicari lokasi lainnya," kata Ketua Umum LSM Garda Cakra Indonesia, Sonny Yudhawan.
Sementara itu, Munawir Haris, warga Dusun Labuan Pandan, Lombok Timur yang rumahnya sekitar 5 kilometer dari pusat gempa 6,9 SR pada Minggu (19/8) memohon ada donatur yang membantu karena pengungsi di daerahnya sudah kritis tempat tinggal. "Sampai sekarang belum ada juga bantuan terpal," katanya.
"Saat ini kami tengah butuh terpal dan rencananya kami akan membeli saja," katanya berharap ada bantuan.
Baca juga:
Hilangkan trauma, guru di lokasi gempa Lombok akan dirotasi
Pemerintah segera bangun 11 ribu rumah warga korban gempa Lombok
Garuda Indonesia gandeng Kemenpar pulihkan pariwisata Lombok
Garuda amati persepsi turis asing pasca bencana gempa Lombok
Pemerintah dinilai kaget hadapi bencana gempa Lombok
Kemensos sebut korban meninggal akibat gempa Lombok capai 563 jiwa