Korban Banjir Samarinda Antre Kebutuhan Balita dan Wanita
Sampai siang ini, banjir masih melumpuhkan kawasan bisnis di Jalan Dr Soetomo, Jalan Letjend S Parman, Jalan KH Hasan Basri, Jalan Ahmad Yani I dan Jalan Ahmad Yani II.
Banjir hingga 2 meter masih merendam ribuan rumah di 12 kelurahan di 3 kecamatan, di Samarinda, Kalimantan Timur. Di hari kelima ini, tidak kurang 11 ribu KK jadi korban banjir. Kaum ibu beramai-beramai datang ke posko, minta bantuan kebutuhan balita dan wanita.
Pantauan merdeka.com, siang ini di posko korban banjir di kantor Lurah Sidodadi Jalan Dr Soetomo misalnya. Dari pagi, ibu-ibu datang meminta bantuan.
"Saya ke sini (pos Lurah Sidodadi) karena persediaan sudah habis. Perlu bubur instan bayi saya, popok, dan kebutuhan wanita," kata Maesaroh, salah seorang ibu rumah tangga korban banjir ditemui merdeka.com, Rabu (12/6).
Camat Samarinda Ulu M Fahmi menerangkan, di wilayahnya, permukiman warga di 15 RT yang dihuni 2.715 KK terendam banjir. "Keseluruhannya, sementara ada 3.875 jiwa terdampak banjir," ujar Fahmi.
Sampai siang ini, banjir masih melumpuhkan kawasan bisnis di Jalan Dr Soetomo, Jalan Letjend S Parman, Jalan KH Hasan Basri, Jalan Ahmad Yani I dan Jalan Ahmad Yani II.
Kawasan bisnis hotel, pusat belanja, pertokoan, perbankan, tempat ibadah yang awalnya ramai lalu lalang kendaraan, kini hanya dilalui warga yang mengungsi dengan berjalan kaki, hingga menggunakan perahu karet. Bahkan sebagian wilayah utamanya di kawasan banjir, kembali diguyur hujan intensitas sedang.
Informasi dilansir Pusdalops BPBD Kaltim sampai Selasa (11/6) malam pukul 20.00 WITA tercatat ada 11.652 KK atau sekitar 35.684 jiwa terdampak banjir.
Baca juga:
30.580 Warga Jadi Korban Banjir Samarinda
Samarinda Darurat Banjir, Wali Kota Syaharie Jaang Lagi di Jerman
Modus Evakuasi Barang, Maling Rumah Korban Banjir Samarinda Ditangkap
Banjir Masih Lumpuhkan Pusat Bisnis Samarinda
Nestapa Warga 3 Kecamatan di Samarinda, Siang Kebanjiran, Malam Gelap Gurita
20 Ribu Warga Terdampak Banjir Samarinda