Korban Banjir di Serang: Boro-Boro Mikirin Pilkada
Dia mengungkapkan, kini dirinya bersama sang suami akan mengungsi ke rumah saudara yang tak terdampak banjir.
Korban banjir di Desa Nagara Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, telah dua hari mengungsi dari rumahnya. Mereka mengaku tidak memikirkan pemilihan Bupati Serang yang tengah memasuki tahap pemungutan suara.
"Ini banjir terparah sejak 2012. Rumah saya se dada. Boro boro mau nyoblos, mikirin rumah kebanjiran. Surat panggilan juga belum dapat," kata Marfidah, saat ditemui di lokasi pengungsian di Bumi Nagara Lestari, Rabu (9/12).
Dia mengungkapkan, kini dirinya bersama sang suami akan mengungsi ke rumah saudara yang tak terdampak banjir.
Begitu juga diungkapkan Saiban. Dia sama sekali tidak memikirkan pemilihan Bupati, karena dirinya sudah disibukkan dengan menyelamatkan keluarga dan barang-barang akibat banjir.
"Gimana mau milih, kondisinya kaya gini. Enggak mikirin itu. Enggak dapat (surat panggilan-red), Enggak mikirin pilkada," ujarnya di lokasi banjir.
Dia mengungkapkan, dirinya bersama warga yang lain telah mendapatkan bantuan dari sejumlah pihak swasta berupa makanan siap saji.
"Dari pemerintah enggak merhatiin,"tutupnya.
Untuk diketahui warga mengungsi dari rumah akibat banjir luapan sungai Ciujung sejak Minggu malam.
Baca juga:
Banjir, Warga Kabupaten Serang Naik Perahu Menuju ke TPS
Akibat Banjir, Warga Kabupaten Serang ke TPS Naik Perahu
Pilkada Serang, Sejumlah Pasien Corona di RSDP Terancam tidak Bisa Mencoblos
Ratu Tatu Klaim Sudah Bangun 500 KM Jalan Beton di Kabupaten Serang
Ratu Tatu Chasanah Dianggap Jadi Calon Terkuat di Pilkada Serang
Butuh 76.752 Dukungan, Calon Independen di Pilkada Serang Sepi Peminat