Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Atasi Kesenjangan Desa-Kota, Pangdam Udayana Tegaskan Komitmen Dukungan
Pangdam Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan peran strategis Kopdes Merah Putih dalam mengatasi kesenjangan ekonomi desa-kota dan memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.
Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan langkah strategis. Inisiatif ini bertujuan mengatasi kesenjangan ekonomi yang terjadi antara wilayah desa dan kota. Penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput menjadi fokus utama program tersebut.
Penegasan ini disampaikan Mayjen TNI Piek Budyakto saat mengikuti konferensi video peluncuran nasional KDKMP pada Sabtu (16/5). Acara peluncuran tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dari Nganjuk, Jawa Timur. Sebanyak 1.061 unit KDKMP diresmikan secara nasional dalam kesempatan penting ini.
Di wilayah Kodam IX/Udayana, meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, pembangunan KDKMP menunjukkan kemajuan signifikan. Telah selesai dibangun sebanyak 166 unit KDKMP. Ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah.
Dukungan Penuh Kodam IX/Udayana untuk Kopdes Merah Putih
Mayjen TNI Piek Budyakto menjelaskan bahwa pembangunan koperasi ini selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Hal ini juga sejalan dengan instruksi Presiden RI untuk menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat. Fokusnya adalah dari tingkat desa dan kelurahan, sebagai pondasi ekonomi nasional.
“Kodam IX/Udayana berkomitmen penuh mendukung keberhasilan program ini. Kehadiran KDKMP 166 unit dengan kondisi pembangunan yang sudah mencapai 100 persen di wilayah kita adalah bukti nyata sinergi TNI dengan pemerintah pusat dan daerah,” ujar Pangdam. Komitmen ini menunjukkan peran aktif TNI dalam pembangunan ekonomi.
Keberadaan KDKMP diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa secara signifikan. Selain itu, koperasi ini juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda di pedesaan. Hal ini penting untuk menekan urbanisasi dan meningkatkan kesejahteraan lokal.
Pangdam menilai Kopdes Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru. Dengan demikian, kesenjangan antara desa dan kota diharapkan semakin berkurang. “Jika ekonomi desa kuat, maka stabilitas keamanan dan ketahanan nasional kita juga akan semakin kokoh,” tambahnya, menekankan dampak luas program ini.
Visi Presiden Prabowo: KDKMP sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya meresmikan operasional 1.061 unit KDKMP. Angka ini merupakan bagian dari total 9.000 unit yang direncanakan dan telah dibangun di seluruh Indonesia. Program ini menunjukkan skala ambisius pemerintah dalam pemerataan ekonomi.
Presiden menegaskan bahwa program KDKMP bukan hanya pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, ini adalah ekosistem penggerak ekonomi rakyat yang komprehensif. Ekosistem ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian, lembaga negara, hingga BUMN.
Tujuannya adalah agar koperasi dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan. “Melalui KDKMP kita hadirkan akses permodalan yang adil berupa kredit usaha rakyat dengan bunga rendah. Ini adalah langkah strategis untuk menyamakan kekuatan ekonomi desa agar sejajar dengan kota,” tegas Presiden.
Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi pelaku usaha mikro dan kecil di pedesaan. Dengan akses permodalan yang mudah dan terjangkau, potensi ekonomi lokal dapat terangkat. Hal ini akan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Sebaran KDKMP di Wilayah Kodam IX/Udayana
Pembangunan KDKMP di wilayah Kodam IX/Udayana telah mencapai 100 persen untuk 166 unit yang ditargetkan. Rincian sebaran unit KDKMP tersebut adalah sebagai berikut:
Total unit yang telah selesai dibangun ini menunjukkan efektivitas sinergi antara TNI dan pemerintah daerah. Keberadaan koperasi ini diharapkan dapat segera memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Sumber: AntaraNews