Kondisi Jurnalis Juwita Saat Ditemukan Tewas Usai Dibunuh Prajurit TNI AL
Kapolda Kalsel berjanji hasil penyelidikan disampaikan dalam waktu dekat.
Denpom Lanal Balikpapan dan Polda Kalimantan Selatan terus mendalami kasus kematian jurnalis media online lokal, Juwita (25). Wanita malang itu tewas diduga dibunuh prajurit TNI, Kelasi I J.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memastikan kasus ini menjadi perhatian khusus pihaknya dan berjanji akan mengungkap dengan terang benderang.
"Penyelidikan dilakukan Polres Banjarbaru dibantu Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel," kata Rosyanto di Banjarmasin.
Yudha berjanji hasil penyelidikan disampaikan dalam waktu dekat.
"Segala petunjuk pun masih dikumpulkan polisi termasuk hasil visum dan sebagainya. Kami mohon waktu, jangan sampai justru mengganggu proses lidik dan sidiknya," tegas Kapolda.
Informasi dihimpun, jurnalis muda asal Banjarbaru Banjarmasin itu ditemukan meninggal dunia di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru pada Sabtu (22/3) siang. Jasadnya ditemukan pukul 15.00 Wita.
Tak hanya itu, jasad Juwita juga ditemukan tergeletak di tepi jalan bersama sepeda motor miliknya. Itu sebabnya, kasus ini semula diduga kecelakaan tunggal.
Tetapi, sejumlah warga yang menemukan pertama kali jasad Juwita justru tidak melihat tanda-tanda korban mengalami kecelakaan lalu lintas.
Kerabat korban juga menyebut ponsel milik Juwita tidak ada dan justru terdapat sejumlah luka lebam di bagian leher.
Juwita tergabung di media online lokal yang bertugas liputan di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Dia juga tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Kalsel) dan telah mengantongi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan kualifikasi wartawan muda.