Kondisi di Kawasan Gunung Mas Bogor Masih Berbahaya
Bupati Bogor, Ade Yasin diimbau untuk tidak melihat langsung kondisi di lokasi banjir bandang. Pasalnya, pasca banjir bandang pertama pada Selasa (19/1) pagi, banjir bandang susulan skala kecil terus terjadi dan tidak bisa diprediksi.
Hujan intensitas sedang terus mengguyur kawasan Agro Wisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Rabu (20/1). Banjir bandang susulan pun dikhawatirkan masih bisa terjadi.
Pantauan di lokasi, sejak pagi hujan terus mengguyur disertai kabut tebal yang menyelimuti kawasan Puncak. Beberapa tim relawan pun memperingatkan bahwa lokasi banjir bandang di Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, masih berbahaya.
"Masih bahaya. Soalnya hujan terus," kata salah seorang anggota Tagana Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Ade Yasin diimbau untuk tidak melihat langsung kondisi di lokasi banjir bandang. Pasalnya, pasca banjir bandang pertama pada Selasa (19/1) pagi, banjir bandang susulan skala kecil terus terjadi dan tidak bisa diprediksi.
Ade Yasin pun memastikan, Pemkab Bogor akan menjamin semua kebutuhan pokok pengungsi yang terdiri lebih dari 145 KK terpenuhi.
"Yang paling di butuhkan kan tetap makanan, obat-obatan, popok dan susu. Itu sudah dipastikan terpenuhi. Dapur umum juga ada. Saya minta pengungsi tidak balik ke rumah dulu," tutup Ade.
Baca juga:
Menko Muhadjir Minta PTPN VIII Relokasi Permukiman Usai Banjir Bandang Puncak Bogor
Korban Banjir Bandang di Puncak Bogor Dilarang Pulang karena Cuaca Belum Kondusif
Kontur Tanah Labil, Wabup Bogor Minta Pengungsi Sementara Tak Kembali ke Rumah
Pemkab Bogor dan Badan Informasi Geospasial Kaji Pergeseran Tanah Usai Banjir Bandang
CEK FAKTA: Ini Bukan Video Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru