Menko Muhadjir Minta PTPN VIII Relokasi Permukiman Usai Banjir Bandang Puncak Bogor
Merdeka.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII merelokasi tempat tinggal karyawannya, pasca terjadi banjir bandang pada Selasa (19/1) pagi.
Muhadjir ditemani Bupati Bogor Ade Yasin mengunjungi lokasi pengungsian korban terdampak banjir bandang di kawasan Agro Wisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (20/1).
"Tadi saya menyarankan ke Direktur Utama PTPN VIII supaya ada pemindahan rumah-rumah karyawan yang kira-kira rentan dengan ancaman banjir ini. Ancaman tanah longsor juga. (Karyawan) segera dialihkan ke tempat yang lebih aman," kata Muhadjir.
Kata dia, banjir bandang ini cenderung terkendali karena ada di kawasan PTPN VIII. Rumah-rumah yang mengalami kerusakan pun tidak terlalu banyak. Namun, dia tetap mengimbau warga dan PTPN mengantisipasi adanya bencana susulan.
"Jadi kalau dari segi lingkungan, kawasan ini masih terawat dengan baik. Kebetulan banjir bandang ini saya lihat terutama karena curah hujan yang luar biasa besar dan terus menerus. Saya rekomendasikan juga supaya ada penanaman pohon dan vetiver di titik-titik yang memiliki kemiringan curam," kata dia.
Muhadjir pun mengunjungi beberapa vila pengungsian yang disediakan pengelola Agro Wisata Gunung Mas, di sana dia menanyakan kondisi para pengungsi dan meminta Pemkab Bogor memastikan kebutuhan pokok para pengungsi, termasuk mengingatkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya