Komunitas kretek Surabaya tolak RPP Tembakau
Saat pemerintah memperketat industri rokok, di sisi lain, modal asing untuk industri rokok terus masuk ke Indonesia.
Sekitar 50 orang yang menamakan diri Komunitas Kretek Surabaya menggelar aksi di depan gedung Grahadi Surabaya. Mereka menolak pemberlakuan RPP tentang Tembakau dan UU tentang Kesehatan yang mengatur bahaya asap rokok.
Aksi ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Anti Tembakau Sedunia. Mereka menilai, pelarangan produk tembakau telah membunuh industri rokok kecil. Aksi digelar di Jalan Gubernur Soeryo, Surabaya, Kamis (31/5).
Aryo, koordinator aksi mengatakan, industri rokok rumahan banyak yang mengalami gulung tikar, selain itu cukai rokok yang terus naik memberatkan industri rumahan.
"Di Jatim, tahun 2008 ada 2.534 pabrik rokok gulung tikar. Tahun 2011 tinggal 1.100 pabrik rokok kecil yang ada," kata dia. "Cukai naik, industri rokok kecil gulung tikar." imbuhnya.
Saat pemerintah memperketat industri rokok, di sisi lain, modal asing untuk industri rokok terus masuk ke Indonesia. "Ini sangat ironis," ujarnya.
Menurut Aryo, selain di Surabaya, aksi juga digelar di 7 kota lain di Jawa Timur.(mdk/bal)